negosiasi-as-iran-terhenti-setelah-israel-serang-lebanon.jpgSumber Foto: oxu.az

Negosiasi AS-Iran Terhenti Setelah Israel Serang Lebanon

berita

radityo - octaNews

2 Jun 2026 12:07 WIB

Tim negosiasi Iran dilaporkan menghentikan pengiriman pesan ke Amerika Serikat melalui mediator menyusul operasi militer Israel di Lebanon, kata kantor berita Iran Tasnim yang dikutip Reuters pada Senin.

Menurut Tasnim, Teheran juga menargetkan pemblokiran penuh Selat Hormuz dan mengaktifkan front lain, termasuk Selat Bab El‑Mandeb — jalur maritim strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden di selatan Yaman. Laporan media menyebut

Israel berupaya memperluas operasi di beberapa wilayah Lebanon sebagai respons terhadap peluncuran drone oleh kelompok Hizbullah, yang bersekutu dengan Iran.

Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menyerang situs radar dan pusat komando di Iran selama akhir pekan, tindakan yang menurutnya dilakukan untuk membela diri setelah pesawat tak berawak AS ditembak jatuh di kawasan tersebut. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut telah menyerang pangkalan AS sebagai balasan; Kuwait melaporkan sempat mencegat serangan rudal dan drone pada hari Senin.

Rangkaian serangan ini semakin menguji gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran, setelah serangkaian benturan sporadis dalam beberapa hari terakhir. Ketegangan tersebut berlangsung meski Presiden AS Donald Trump menyatakan di media sosial bahwa "Iran benar‑benar ingin membuat kesepakatan" dan bahwa pembicaraan terus berlanjut.

Namun Trump tidak merinci apakah negosiasi aktif berlangsung atau sejauh mana kesepakatan komprehensif—termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz—telah mendekati realisasi. Kedua pihak sejauh ini belum mengonfirmasi adanya kesepakatan resmi. Laporan media menunjukkan perselisihan utama masih melingkupi ambisi nuklir Iran, dengan AS menuntut agar Teheran menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya.

Iran terus mempertahankan penutupan efektif Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia, sementara AS memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Kekhawatiran akan gangguan pasokan membuat harga minyak naik pada Senin.

"Kesepakatan damai AS–Iran kembali gagal terwujud meskipun sempat dilaporkan akan segera tercapai. Namun pasar tetap beroperasi dengan asumsi Selat Hormuz pada akhirnya akan dibuka kembali," ujar seorang analis Capital Economics dalam catatan kepada klien.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.