1783915384177-pbmtw.jpgSumber Foto: seattletimes.com

CPI AS dan Kesaksian Warsh Akan Menjadi Perhatian Utama Pasar Pekan Ini

Berita

radityo - octaNews

13 Jul 2026 11:03 WIB

Fokus pekan ini: rilis CPI AS dan kesaksian Kevin Warsh di Kongres; kedua peristiwa ini akan menjadi sorotan utama pasar. CPI dirilis 90 menit sebelum kesaksian Warsh, sehingga angka inflasi bisa langsung memengaruhi pertanyaan dan sinyal kebijakan The Fed. Jika CPI dan ukuran inflasi utama tetap tinggi, itu meningkatkan kemungkinan The Fed mempertimbangkan kenaikan suku bunga lagi; sebaliknya, penurunan inflasi bisa memberi kelonggaran sementara. Dolar berpotensi menguat jika Warsh tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga pada Juli atau jika data inflasi mengejutkan ke arah ketatnya kebijakan. Selain CPI dan pidato Warsh, banyak data AS akan dirilis pekan ini: PPI, indeks manufaktur Empire State, Philly Fed, penjualan ritel, data perumahan, produksi industri, dan indeks sentimen konsumen Michigan. Isu global: eskalasi ketegangan Iran dan PDB China (kuartal II) akan diamati untuk menilai dampak ekonomi global. Bank of Canada diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga minggu ini, tidak mengikuti langkah RBNZ. Sementara itu, Wall Street bersiap memasuki musim laporan laba kuartal II dengan kekhawatiran atas dampak AI pada perusahaan.


Geopolitik dan Laporan Keuangan Akan Menguji Ketegangan Pasar

Pasar pekan depan akan diuji oleh dua sumber risiko utama, geopolitik Timur Tengah dan awal musim laporan keuangan kuartal kedua. Keduanya bisa memperbesar volatilitas saham, minyak, dolar, dan ekspektasi suku bunga. Geopolitik jadi pemicu: Peningkatan tensi di Timur Tengah, termasuk risiko terkait Selat Hormuz, berpotensi mendorong dolar sebagai aset aman dan menaikkan harga minyak jika gangguan pasokan makin serius. Dampaknya bisa memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan oleh The Fed dan bank sentral lain bila inflasi energi ikut naik. Laba perusahaan mulai diuji: Musim laporan keuangan kuartal kedua akan mulai bergulir, dan bank-bank besar akan jadi perhatian awal sebelum fokus pasar bergeser ke saham-saham terkait AI. ASML dan Taiwan Semiconductor dipandang penting karena hasil mereka bisa memberi sinyal apakah permintaan AI masih kuat atau mulai melambat. Kenapa pasar sensitive: Sentimen pasar saham sudah rapuh, jadi eskalasi konflik bisa mengalihkan perhatian investor dari fundamental laba dan memicu aksi hati-hati di aset berisiko. Secara keseluruhan, arah pasar pekan depan sangat ditentukan oleh apakah konflik melebar dan apakah laporan emiten mampu menjaga narasi pertumbuhan, terutama di sektor teknologi.


Ekonomi China Mungkin Mengalami Hambatan Di Kuartal Kedua

Ekonomi China diperkirakan melambat di kuartal II karena tekanan konflik Timur Tengah, lemahnya pasar properti, dan permintaan domestik yang masih lemah. Walau ekspor masih membantu, pertumbuhan diperkirakan turun menjadi 4,4% y/y dari 5,0% pada kuartal sebelumnya. China relatif tahan terhadap perang dagang dengan Trump, tetapi lebih rentan terhadap guncangan energi dari Timur Tengah. Hambatan terbesar datang dari utang tinggi, kebijakan deleveraging, dan jatuhnya pasar properti. Konsumsi belum pulih meski sudah ada dukungan pemerintah. Data perdagangan Selasa dan PDB Rabu akan menjadi penentu arah berikutnya.


Poundsterling Mengabaikan Risiko Politik, Euro dan Yen Kesulitan

Pound menarik perhatian karena akan diuji oleh data PDB bulanan Inggris untuk Mei pada hari Kamis. Jika pertumbuhan kembali negatif setelah kontraksi 0,1% pada April, pasar bisa makin khawatir soal ketahanan ekonomi Inggris. Risiko politik dari pergantian kepemimpinan Partai Buruh juga menambah ketidakpastian bagi pound. Euro memang belakangan tertinggal terhadap pound dan dolar AS. Namun, mata uang ini masih bisa mendapat sedikit dukungan jika ada revisi naik pada CPI final zona euro untuk Juni pada hari Jumat. Sementara yen terus berada di bawah tekanan karena dolar AS menguat mendekati 163 per yen. Kondisi ini membuat pasar waspada terhadap kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang untuk menahan pelemahan lebih lanjut.



Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.