1784000502762-3zaxj.jpgSumber Foto: suara.com

Menguatnya Dolar Karena Naiknya Harga Minyak Menekan Emas

Analisa

radityo - octaNews

14 Jul 2026 10:41 WIB

Harga emas turun hampir 3% pada hari Senin karena gencatan senjata antara Washington dan Teheran gagal, yang menyebabkan dolar menguat dan harga minyak melonjak, sehingga meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Harga emas spot turun 3.1% menjadi $3983,13/oz, sementara harga emas berjangka turun 2,9% menjadi $3990,65/oz. Konflik AS-Iran meningkat, Trump memberlakukan kembali blokade angkatan laut.


Ulasan Analisa Fundamental
 
Ketegangan AS-Iran kembali memanas, Selat Hormuz jadi titik konflik utama, dan harga minyak melonjak karena pasar khawatir pasokan energi terganggu. Dampaknya merembet ke ekspektasi suku bunga The Fed, dolar AS, dan inflasi global. AS dan Iran kembali saling serang setelah kesepakatan damai sementara runtuh. Trump menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka, tetapi AS akan memberlakukan blokade terhadap kapal Iran dan menagih biaya 20% atas kargo yang lewat. Iran mengklaim selat itu ditutup sampai situasi “stabil”, sementara AS menegaskan jalur tersebut masih terbuka. Pertentangan ini membuat premi risiko geopolitik naik lagi dan mendorong harga minyak ke atas. Kenaikan minyak meningkatkan peluang The Fed menunda ataumengetatkan kebijakan, sehingga probabilitas kenaikan suku bunga akhir Juli naik. Pasar kini menunggu data inflasi AS, yang akan menunjukkan apakah lonjakan harga energi mulai masuk ke inflasi umum. Bila inflasi naik, dolar kuat.


Ulasan Analisa Teknikal

Pada perdagangan hari Selasa, di pasar Asia harga emas kembali tertekan karena AS – Iran semakin panas. Harga emas turun ke level $3983, setelah ditutup di kisaran $3987 hari senin. selanjutnya para investor tetap melihat perkembangan konfik dan inflasi AS. Emas turunnya tertahan di $3960/onz. Resistance emas saat ini di $4054, $4080 hingga $4102. Support emas menguji area $3983, $3960, $3942. Emas diperkirakan bergerak dalam range antara $4075 hingga $3942.  

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.