1786690105292-5fofl.jpgSumber Foto: bing.com

Menkeu AS Bessent, Siap Isolasi Iran Dengan Konsep Baru

Berita

radityo - octaNews

14 Agu 2026 13:48 WIB

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington akan menerapkan langkah-langkah yang “belum pernah terlihat sebelumnya” terhadap Iran, dengan pengumuman lebih lanjut diperkirakan pada pekan depan. “Nantikan pengumuman lebih lanjut pekan depan karena kami akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah ada dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara,” ujar Bessent, seperti dilaporkan Reuters pada Kamis. Pernyataan ini memperkuat eskalasi tekanan ekonomi AS dalam kerangka “Operation Economic Fury”, setelah sebelumnya Washington menyita aset kripto Iran senilai sekitar US$1 miliar dan memperluas sanksi terhadap jaringan keuangan yang mendukung rezim Teheran.internasional.


Sengketa klaim kendali atas Selat Hormuz

Ketegangan memanas di Selat Hormuz setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington memiliki “kendali penuh” atas jalur perairan vital tersebut. Sebaliknya, pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Hossein Taeb, menegaskan bahwa Selat Hormuz berada “di bawah kendali dan pengelolaan Iran”. “Hari ini Anda melihat bahwa Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan dan kendali Republik Islam,” kata Taeb kepada kantor berita semi-resmi Fars, seraya menambahkan bahwa Iran terus melanjutkan kegiatannya dengan keamanan penuh. Komando militer gabungan Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, juga menyatakan bahwa tidak ada kapal yang dapat melintasi jalur perairan tersebut tanpa izin dari Teheran.

UEA tuduh Iran serang kapal; Vance yakin AS lebih kuat

Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis menuduh Iran menyerang dua kapalnya saat melintasi Selat Hormuz, serta mengecam keras Teheran atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran maritim yang “mencolok”. Di Washington, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat akan keluar dari konflik dengan Iran dalam posisi yang lebih kuat, khususnya terkait program nuklir Teheran dan stabilitas harga bahan bakar bagi warga Amerika.

Reaksi pasar

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik tipis 0,18% ke level US$81,50 per barel saat berita ini ditulis, mencerminkan kehati-hatian pasar di tengah risiko pasokan akibat kebuntuan diplomasi dan klaim saling bertentangan atas Selat Hormuz. Konteks tambahan: lalu lintas kapal di Selat Hormuz dilaporkan berada di titik terendah, dengan otoritas Iran menegaskan selat tetap diblokir hingga syarat-syarat Teheran diterima, sementara negosiasi pembukaan selat masih terhambat oleh tuntutan kompensasi dan pencabutan sanksi dari kedua pihak.
Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.