Indeks saham Amerika Serikat bergerak menguat pada Senin malam, melanjutkan reli Wall Street yang sebelumnya ditopang lonjakan saham teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sentimen pasar juga didukung oleh penurunan harga minyak yang berlanjut. Investor menilai prospek diplomasi di Timur Tengah serta membaiknya arus pasokan energi dapat meredakan risiko gangguan pasokan, meskipun konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi masih berlangsung. Pada pukul 20.04 waktu AS Timur atau 00.04 GMT, kontrak berjangka S&P 500 bergerak relatif stabil di 7.836,50 poin. Nasdaq 100 futures naik 0,25% ke 30.864,50 poin, sementara Dow Jones futures cenderung datar di 52.466 poin. Pergerakan tersebut mengikuti sesi positif di Wall Street, ketika Nasdaq Composite melonjak ke rekor penutupan tertinggi, didorong oleh penguatan sektor teknologi dan semikonduktor.
Meta Memimpin Reli Saham AI
Meta Platforms Inc. (NASDAQ: META) menjadi salah satu penggerak utama pasar pada perdagangan Senin. Saham induk Facebook dan Instagram tersebut melonjak lebih dari 11%, didukung optimisme investor terhadap agen AI baru perusahaan, Muse. Muse dilaporkan mengalami peningkatan popularitas sejak diluncurkan pada 9 September dan bahkan sempat melampaui sejumlah aplikasi besar, termasuk ChatGPT milik OpenAI, di Apple App Store. Namun, agen AI tersebut juga dilaporkan sempat diblokir oleh Amazon.com Inc. (NASDAQ: AMZN) dari platform ritelnya. Selain pengembangan produk AI, Meta mengumumkan rencana pembangunan kabel bawah laut lintas samudra yang akan menghubungkan Amerika Serikat dan Prancis. Pengumuman tersebut hadir menjelang acara Meta Connect 2026 pada Rabu dan Kamis, ketika perusahaan diperkirakan akan memaparkan pengembangan terbaru dalam teknologi AI. Kenaikan saham Meta turut memicu penguatan saham teknologi dan AI lainnya. Sektor ini kembali menjadi incaran investor setelah mengalami tekanan sepanjang sebagian besar September. Saham produsen cip juga mencatatkan penguatan besar. Indeks Philadelphia Semiconductor melonjak 4,3%, sementara saham Advanced Micro Devices Inc. (NASDAQ: AMD) naik sekitar 10% dan untuk pertama kalinya membawa kapitalisasi pasar perusahaan melampaui US$1 triliun. Reli sektor teknologi mendorong Nasdaq Composite naik 2,26% dan ditutup pada rekor tertinggi 27.122,09 poin.
Minyak Melemah, Selera Risiko Meningkat
Selain reli teknologi, turunnya harga minyak turut menciptakan sentimen positif bagi pasar saham. Harga minyak Brent sempat turun di bawah US$100 per barel, mencerminkan harapan pasar bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat diredakan melalui jalur diplomasi. Presiden AS Donald Trump pada Minggu menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada Selasa. Pernyataan tersebut meningkatkan harapan bahwa komunikasi diplomatik dapat membantu menurunkan risiko eskalasi konflik di kawasan. Namun, situasi masih rentan. Trump tetap melontarkan ancaman terhadap Iran dan mendesak Teheran menerima kesepakatan yang diajukan AS. Sebaliknya, Iran memperingatkan bahwa mereka dapat menggunakan “senjata baru” jika menghadapi agresi AS lebih lanjut. Meski risiko geopolitik belum hilang, harga minyak turun tajam sepanjang pekan lalu karena pasokan dari Arab Saudi mulai membaik. Peningkatan aliran minyak tersebut mengindikasikan ketersediaan pasokan yang lebih longgar, walaupun serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi masih berlanjut. Kelompok Houthi dilaporkan meningkatkan serangan terhadap Riyadh dalam sepekan terakhir, yang mengakibatkan penutupan salah satu jalur pipa minyak utama. Pasar kini akan memantau perkembangan diplomasi AS–Iran, kondisi pasokan minyak Arab Saudi, serta keberlanjutan reli sektor AI sebagai faktor utama pergerakan Wall Street dalam waktu dekat.







