Yen Jepang kembali tertekan terhadap dolar AS meskipun pemerintah Jepang mengulangi peringatannya mengenai potensi intervensi valuta asing. USD/JPY sempat menyentuh 159,00—level tertinggi sejak awal September—dan berada di jalur kenaikan selama lima sesi berturut-turut. bMenteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan prinsip yang mendasari intervensi gabungan Jepang–AS pada 31 Juli masih berlaku. Namun, ia tidak menyebutkan level nilai tukar tertentu yang dapat memicu tindakan pemerintah.
Pemeriksaan Kurs Belum Diikuti Intervensi
Otoritas Jepang dilaporkan melakukan pemeriksaan kurs dengan para dealer pada 18 September. Langkah tersebut biasanya dipandang sebagai peringatan awal sebelum intervensi langsung, meskipun belum berarti pemerintah telah membeli yen di pasar.reuters+1 Intervensi terakhir Jepang dilakukan pada 31 Juli bersama AS, setelah USD/JPY menembus 163,00. Sebelumnya, otoritas Jepang juga dilaporkan bertindak ketika pasangan tersebut bergerak melewati 160,50. Dengan demikian, area 160,00 kini menjadi level psikologis sekaligus zona risiko intervensi yang penting.
Selisih Suku Bunga Tetap Lebar
Bank of Japan menaikkan suku bunga acuan menjadi 1,25% pada 18 September, level tertinggi dalam 31 tahun. Keputusan itu diambil dengan suara 7–2, tetapi yen justru melemah karena dua anggota yang berbeda pendapat menimbulkan keraguan mengenai kecepatan kenaikan berikutnya. Gubernur BoJ Kazuo Ueda juga menegaskan bahwa kondisi keuangan masih akan tetap akomodatif. Sementara itu, The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75%–4,00%, sehingga selisih imbal hasil antara AS dan Jepang masih sangat lebar dan terus mendukung dolar. Inflasi Tokyo yang berada di bawah target 2% juga dapat melemahkan alasan bagi BoJ untuk menaikkan suku bunga kembali dalam waktu dekat. Pasar akan mencermati data inflasi Tokyo, penjualan ritel, survei Tankan, PCE AS, dan laporan ketenagakerjaan AS berikutnya.
Level Teknis USD/JPY
Resistance: 159,00, kemudian 160,00.
Support awal: EMA 50 hari di sekitar 158,00.
Support berikutnya: 157,50 dan 157,00.
Selama harga bertahan di atas 158,00, bias jangka pendek masih bullish dengan target 159,50–160,00.
Penutupan harian di bawah 157,50 akan melemahkan skenario bullish.
Kenaikan menuju 160,00 masih terbuka, tetapi ruang penguatan dolar dapat dibatasi oleh meningkatnya risiko intervensi Jepang. Yen juga berpotensi menguat tajam apabila Tokyo benar-benar memasuki pasar, terutama jika tindakan tersebut dilakukan bersama AS.







