Harga emas turun lebih dari 1% pada hari Senin, melanjutkan penurunan mingguan, karena harga minyak yang tinggi dan data aktivitas AS yang lebih kuat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu mempertahankan suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama. XAU/USD turun 1,1% menjadi $4.236,33/onz. Penurunan emas juga didukung oleh gagalnya kesepakatan selat Hormuz oleh AS – Iran.
Ulasan Analisa Fundamental
Indeks Dolar AS turun 0,31% ke level 100,97. Kebuntuan di Selat Hormuz membuat harga minyak dan kebijakan The Fed menjadi sorotan. Harga minyak naik setelah Iran menyatakan tidak akan melunakkan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz, sehingga mempertahankan ketidakpastian seputar jalur utama pasokan energi global. Presiden AS Donald Trump telah menolak usulan Iran untuk membuka kembali jalur air tersebut dalam waktu tujuh hari, meskipun ia mengatakan berharap negosiasi dengan Teheran akan berlanjut minggu ini. Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, mengatakan imbal hasil (yield) obligasi Treasury jangka panjang terdorong naik oleh ekspektasi pertumbuhan yang lebih kuat, kekhawatiran mengenai utang pemerintah, dan ekspektasi adanya kenaikan suku bunga tambahan. Pasar memperkirakan adanya peluang sekitar 65% untuk kenaikan suku bunga lagi pada bulan Oktober.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Senin, di pasar Asia harga emas turun menguji support $4200. Harga emas sempat rebound ke level $4300. Pesan hawkish the Fed menguntungkan dolar, sementara diplomasi AS - Iran berakhir buntu setelah Trump menolak kesepakatan pembukaan selat Hormuz. Turunnya emas menguji support di area $4200, $4180 hingga $4167. Sementara resistance emas menguji area $4280, $4300, $4321. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4280 hingga $4167.







