Harga emas bergerak lebih rendah pada hari Kamis, melanjutkan aksi jual tajam dari sesi sebelumnya, akibat meningkatnya spekulasi mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut tahun ini. harga emas spot turun 0,5% menjadi $4.250,09 per ons. Emas sangat sensitif terhadap prospek suku bunga The Fed, karena investor sedang menilai apakah lonjakan harga energi akan menjaga inflasi tetap tinggi dan mengharuskan pengetatan.
Ulasan Analisa Fundamental
Harga minyak acuan Brent kembali naik di atas $100 per barel, seiring memudarnya harapan akan penyelesaian diplomatic segera terkait konflik Iran. Namun berita tersebut terbantahkan oleh keluarnya informasi bahwa kemungkinan adanya kesepakatan antara AS-Iran untuk kembali membuka selat Hormuz. Nampaknya perkembangan geopolitik Timur Tengah cepat sekali merubah keadaan. Namun naiknya harga minyak mentah sempat membuat yield obligasi AS naik dan membuka kemungkinan sekitar 77,5% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Oktober, naik dari 55,4% seminggu yang lalu, menurut data CME FedWatch. Di sisi lain, pasar terguncang akibat penerapan kebijakan tarif "Liberation Day" yang menyeluruh oleh Trump. Sementara itu, pertemuan puncak antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menghasilkan gambaran yang positif. Dari data ekonomi, hari ini pasar akan mengamati laporan data Consumer Confidence AS, dengan perkiraan turun.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Jumat, di pasar Asia Harga emas rebound ke level $4295. Harga emas sempat tertekan menyentuh $4244. Pesan hawkish the Fed menguntungkan dolar, sementara diplomasi AS - Iran nampaknya menemukan kesepakatan dengan pembukaan selat Hormuz. Turunnya emas nampaknya terbatas di area support $4264, $4244 hingga $4230. Semntara resistance emas menguji area $4304, $4335, $4369. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4254 hingga $4369.







