Harga emas mencatat kenaikan pada penutupan hari Selasa, karena penurunan harga minyak membantu mengimbangi dampak dolar yang berada di level tertinggi dalam hampir delapan minggu. Harga emas spot naik tipis 0,4%. Dolar terus mempertahankan momentum dari kenaikan suku bunga The Fed. FOMC secara bulat memutuskan untuk menaikkan suku bunga *federal funds* menjadi 3,75%-4,00%, dengan prospek kenaikan lanjutan.
Ulasan Analisa Fundamental
Presiden The Fed Boston, Susan Collins dan Presiden The Fed Richmond, Tom Barkin, kembali mendukung keputusan FOMC untuk menaikkan suku bunga. Ia menilai tekanan harga yang masih tinggi membutuhkan kebijakan moneter yang lebih restriktif agar stabilitas harga dapat tercapai dalam jangka panjang. Pernyataan kedua pejabat tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memprioritaskan pengendalian inflasi. Di sisi lain, Harga minyak mentah acuan turun selama lima sesi berturut-turut. Dalam pidatonya di PBB pada Selasa, Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran dapat tercapai setelah pemilihan umum paruh waktu AS pada November mendatang. Harapan tersebut membantu meredakan kekhawatiran geopolitik dan turut menekan harga minyak. Pasar juga merespons langkah Arab Saudi yang berupaya mengimbangi penutupan jalur pipa penting akibat konflik dengan kelompok Houthi.
Ulasan Analisa Teknikal:
Pada perdagangan hari Rabu, di pasar Asia harga emas terkoreksi ke level $4333. Harga emas rebound menyentuh $4369. Pesan hawkish the Fed memudar seiring turunnya harga minyak ditengah diplomasi AS- Iran. Turunnya emas menguji area support $4322, $4291 hingga $4265. Resistance emas menguji area $4369, $4399, $4414. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4290 hingga $4400.







