1790571425243-brs1k.jpgSumber Foto: bing.com

Laporan Data Non Farm Payroll Akan Menjadi Fokus Pasar Pekan Ini

Berita

radityo - octaNews

28 Sep 2026 11:57 WIB

Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Menghadapi Pekan Krusial, Minyak Tetap Menjadi Faktor Penentu Utama Harga minyak dan dolar AS menguat, sementara aset berisiko hanya naik tipis meski imbal hasil obligasi meningkat. Konflik AS–Iran yang belum menemukan solusi menghambat pemulihan aliran minyak dan gas. Kondisi ini berpotensi menekan ekonomi global menjelang musim dingin. Dolar AS menjadi mata uang dengan kinerja terbaik karena ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, kenaikan imbal hasil obligasi, dan permintaan aset aman. Nasdaq 100 dan bitcoin tetap menguat meski sentimen risiko melemah. Nasdaq didukung optimisme terhadap sektor AI, sementara bitcoin mencapai level tertinggi dalam delapan bulan.

Fokus pasar pekan ini tertuju pada data ekonomi AS dan pernyataan pejabat The Fed, terutama 

Keyakinan Konsumen
Conference Board.
Laporan ADP dan PDB kuartal II.
Data PCE bulan Agustus.
ISM Manufacturing PMI.
Nonfarm payrolls.

Pertemuan The Fed yang bernada hawkish dan dot plot yang mengindikasikan kemungkinan satu kenaikan suku bunga 25 basis poin turut menopang dolar. Jika data tenaga kerja AS kembali kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat meningkat dan dolar berpotensi semakin menguat. Sebaliknya, data yang lemah dapat menekan dolar serta mendukung pasar saham. Pasar juga akan memperhatikan buyback Treasury tenor 10–20 tahun pada Kamis dan aksi rebalancing portofolio menjelang akhir kuartal. Arah pasar pekan ini akan sangat ditentukan oleh data tenaga kerja dan inflasi AS. Data kuat cenderung mendukung dolar dan imbal hasil obligasi, sedangkan data lemah dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga.

Euro Berada Dalam Posisi Dilematis Antara Ekspektasi Kebijakan ECB dan Kenaikan Harga Minyak

Dolar AS diuntungkan oleh melemahnya euro akibat ketidakpastian politik dan ekonomi di zona euro. Masa depan Kanselir Jerman Merz menjadi perhatian karena perubahan kepemimpinan dapat mengguncang koalisi CDU/CSU–SPD. Pemilu dini berusaha dihindari karena kedua partai berisiko mengalami kekalahan besar berdasarkan jajak pendapat. Dukungan terhadap euro dari ekspektasi kenaikan suku bunga ECB mulai berkurang, meskipun sejumlah pejabat ECB masih menyampaikan komentar hawkish. Pertumbuhan zona euro berpotensi tertekan oleh: Harga energi yang tinggi, wacana larangan impor diesel dari AS, eskalasi perang Ukraina–Rusia, rumor bahwa Christine Lagarde dapat mengundurkan diri lebih awal. Sementara pasar akan mencermati data inflasi zona euro yang akan dirilis hari Rabu. Kenaikan harga minyak sekitar 12% selama September dapat mendorong inflasi lebih tinggi. Namun, dampaknya terhadap pasar mungkin terbatas karena sudah diperkirakan.

Yen Jepang Kembali Berada Di Bawah Tekanan

BoJ langkahnya dibayangi oleh sikap dua anggota dewan yang berbeda pendapat (dovish), yen terus mengalami tekanan luas. Pasangan mata uang dolar/yen telah melemah ke kisaran 158, karena keraguan mengenai tekad BoJ untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneter, di tengah lonjakan biaya energi dan data ekonomi yang lebih lemah, yen. Dengan peluang kenaikan suku bunga lanjutan sebelum akhir tahun yang kini turun menjadi 80%, rilis data yang lebih kuat serta komentar bernada *hawkish* dari para pejabat BoJ menjadi kunci bagi pergerakan yen. Secara khusus, dokumen *Summary of Opinions* dari pertemuan BoJ baru-baru ini, survei triwulanan Tankan, dan laporan IHK (CPI) Tokyo untuk bulan September yang akan dirilis hari Jumat berpotensi membalikkan sentimen terhadap yen, di mana meningkatnya ekspektasi intervensi pasar juga dapat turut mendorong pemulihan nilai tukar yen.

RBA Diperkirakan Akan Menaikan Suku Bunga Hari Selasa, Mungkinkah Kebijakan Berlanjut

RBA diperkirakan menaikkan suku bunga pada Selasa untuk merespons resiko inflasi dan mempertahankan suku bunga tertinggi di antara negara-negara ekonomi utama. Fokus utama pasar adalah apakah RBA menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin atau mempertahankan sikap hawkish yang mengisyaratkan kenaikan lanjutan. Kebijakan ketat diperlukan agar dolar Australia tidak semakin tertinggal dari dolar AS. Data PMI Tiongkok yang kuat dapat mendukung AUD menjelang libur nasional Tiongkok selama tujuh hari. prospek dolar Australia bergantung pada sikap RBA dan data ekonomi Tiongkok, sedangkan arah emas ditentukan oleh pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, data ekonomi AS, dan perkembangan geopolitik.



Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.