Harga emas diperdagangkan naik ke level $4.450 pada sesi awal perdagangan Asia hari Kamis setelah laporan data CPI AS melandai. Di sisi lain, Iran menyatakan tidak ada kemajuan dalam upaya menghidupkan kembali kesepakatan damai sementara dengan AS. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menurun setelah rilis data inflasi CPI AS yang moderat. Harga emas (XAU/USD) kenaikannya terbatasi oleh kemelut Timur Tengah.
Ulasan Analisa Fundamental
Namun, potensi penurunan logam mulia ini mungkin terbatas karena data inflasi AS yang moderat mengurangi tekanan bagi Federal Reserve (Fed) untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa Washington dan Teheran masih berselisih paham mengenai upaya mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang di kawasan Teluk. Belum ada kemajuan dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan sementara yang disepakati pada bulan Juni serta penetapan kerangka waktu pelaksanaannya. Dengan masih ditutupnya Selat Hormuz, risiko kenaikan inflasi akan tetap menjadi perhatian utama dalam waktu dekat. Di satu sisi, Berdasarkan perangkat CME FedWatch, saat ini memperhitungkan peluang semakin turun menjadi 40,1% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September dari. Sementara aktivitas bank sentral China terus menambah cadangan emasnya.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Kamis, di pasar Asia harga emas bergerak naik, menguji resistance $4450/onz. Selanjutnya Harga emas berpeluang koreksi ke $4400 karena ketidakpastian Timur Tengah. Hari ini naiknya emas didukung oleh prospek melambatnya inflasi. Turunnya emas tertahan di area support $4398, $4380 hingga $4360. Resistance emas menguji area $4450, $4476, $4505. Emas diperkirakan bergerak dalam range antara $4380 hingga $4476. Trend pasar bullish.







