Harga emas naik pada hari Selasa setelah harga minyak turun lebih dari 9% selama empat sesi sebelumnya, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran mengenai inflasi dan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Dolar yang melemah dan harapan baru akan diplomasi antara AS dan Iran juga turut mendukung harga emas, meskipun para pejabat The Fed masih terpecah pendapat mengenai arah kebijakan suku bunga.
Ulasan Analisa Fundamental
Harga emas bangkit kembali setelah penurunan pada hari Senin. Pemulihan ini terjadi saat harga minyak stabil setelah turun lebih dari 9% dalam empat sesi sebelumnya, sehingga mengurangi sebagian tekanan inflasi yang sempat meningkat di berbagai pasar. Penurunan harga energi juga telah mengurangi ekspektasi mengenai pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh The Fed. Pergerakan ini juga menyusul munculnya kembali sinyal diplomatik terkait konflik AS-Iran. Presiden Donald Trump dijadwalkan berpidato di hadapan Majelis Umum PBB di New York pada hari Selasa dan telah mengisyaratkan keterbukaan untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela acara tersebut. Austan Goolsbee menekankan bahwa The Fed harus merespons guncangan pasokan yang berulang meskipun kebijakan tersebut dapat menekan ekonomi, sedangkan Alberto Musalem menilai kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Selasa, di pasar Asia harga emas terkoreksi ke level $4338. Harga emas rebound menyentuh $4376. Pesan hawkish the Fed memudar seiring turunnya harga minyak ditengah diplomasi AS- Iran. Turunnya emas menguji area support $4338, $4322 hingga $4308. Resistance emas menguji area $4376, $4398, $4414. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4308 hingga $4414.







