Sikap hawkish The Fed menjadi pendorong utama penguatan dolar AS setelah bank sentral menaikkan suku bunga dan memberi sinyal kemungkinan kenaikan tambahan hingga akhir 2026. The Fed juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi, sehingga pasar mempertahankan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang ketat. Investor akan mencermati pidato sejumlah pejabat The Fed serta data flash PMI AS pada pekan ini. Jika data menunjukkan ekonomi tetap kuat dan tekanan harga meningkat, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat semakin besar. Komponen harga dalam PMI menjadi perhatian penting karena investor ingin mengetahui apakah kenaikan harga produsen mulai diteruskan kepada konsumen. Selain itu, pembicaraan antara Donald Trump dan Xi Jinping berpotensi memengaruhi sentimen risiko global serta pergerakan dolar Australia dan dolar Selandia Baru. Secara keseluruhan, arah pasar akan ditentukan oleh kombinasi kebijakan The Fed, data ekonomi, dan perkembangan geopolitik.
Data Awal PMI Zona Euro dan Inggris Menjadi Sorotan
Data awal PMI Zona Euro dan Inggris untuk September akan dirilis pada Rabu, sebelum data PMI Amerika Serikat. Laporan ini penting karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kebijakan suku bunga masing-masing bank sentral. Untuk Zona Euro, ECB telah menaikkan suku bunga 25 basis poin karena tekanan inflasi kembali meningkat. Pasar bahkan memperkirakan masih ada tiga kenaikan suku bunga hingga akhir tahun depan. Karena itu, data PMI yang kuat, terutama komponen harga jual, dapat mendukung penguatan euro dan memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan lanjutan. Pelaku pasar akan mencermati data PMI Inggris dari dua sisi: tekanan harga dan kondisi ketenagakerjaan. Pasar tenaga kerja yang masih lemah membuat BoE harus menyeimbangkan upaya mengendalikan inflasi.
SNB Akan Memutuskan Kebijakan Moneter Di Tengah Kondisi Inflasi Yang Terkendali
SNB diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 0,0% karena inflasi Swiss masih terkendali. Inflasi konsumen naik menjadi 0,8% secara tahunan pada Agustus, tetapi tetap berada dalam kisaran stabilitas harga SNB sebesar 0–2%.
Franc Swiss yang kuat membantu menekan inflasi impor, namun dapat merugikan eksportir dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Karena itu, SNB kemungkinan kembali memperingatkan bahwa intervensi valuta asing dapat dilakukan jika franc menguat terlalu berlebihan. Reaksi franc setelah keputusan SNB akan sangat bergantung pada pembaruan proyeksi inflasi. Jika proyeksi tersebut direvisi naik secara signifikan, terutama akibat risiko geopolitik di Timur Tengah, pasar dapat memperkirakan kenaikan suku bunga lebih cepat. Saat ini, kenaikan 25 basis poin pada Maret telah sepenuhnya diperhitungkan oleh pasar.







