Yen Jepang berfluktuasi di dekat level psikologis penting 160 per dolar AS pada Rabu, menumbuhkan kewaspadaan pedagang terhadap kemungkinan intervensi oleh otoritas Tokyo. pasangan USD/JPY diperdagangkan datar di sekitar 159,9 yen pada 02:20 GMT, setelah sempat menyentuh ambang batas 160 dalam sesi tersebut. Level ini menjadi pemicu intervensi mata uang Jepang pada April dan tetap menjadi garis batas utama bagi pembuat kebijakan.
Yen kembali berada di bawah tekanan karena investor memperkirakan suku bunga AS akan tetap lebih tinggi lebih lama menyusul data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Di sisi lain, lonjakan harga minyak akibat ketegangan di Teluk semakin membebani Jepang yang sangat bergantung pada impor energi. "Kami tidak terkejut jika Kementerian Keuangan memberikan tekanan pada mata uang dan mungkin melakukan intervensi lagi pada level-level kunci tersebut," kata analis MUFG dalam sebuah catatan.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan pada Rabu bahwa otoritas siap menanggapi pergerakan mata uang yang berlebihan dengan tepat. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa pejabat dapat turun tangan jika penjualan spekulatif Yen meningkat.
Sejak April, Tokyo telah menghabiskan rekor 11,7 triliun yen ($73 miliar) untuk mendukung Yen, namun efek intervensi terbukti berumur pendek karena selisih suku bunga AS–Jepang yang lebar tetap menguntungkan Dolar. perhatian kini beralih ke pidato Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda dan pertemuan kebijakan moneter BOJ pada Juni. Pasar semakin memperkirakan kenaikan suku bunga lagi untuk menekan tekanan inflasi dan membantu menstabilkan Yen. "Kami pikir BOJ harus bertindak dan menaikkan suku bunga agar tren USD/JPY berubah," tambah analis MUFG.







