1784262464224-9fcvd.jpgSumber Foto: muslimtravel.id

Laut Merah Terancam Ditutup Jika AS Serang Infrastruktur Listrik

Berita

radityo - octaNews

17 Jul 2026 11:27 WIB

Melaporkan bahwa Iran telah meminta milisi Houthi di Yaman untuk bersiap menutup jalur minyak di Laut Merah jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur listrik Iran. Langkah ini menambah risiko baru terhadap pasokan energi global di tengah eskalasi konflik yang terus meluas. Menurut sumber yang dekat dengan Houthi, kelompok tersebut telah menyiapkan serangan dengan mengerahkan rudal dan drone di dekat Selat Bab el-Mandeb, pintu masuk strategis menuju Laut Merah. Sumber itu juga mengatakan bahwa perwakilan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang berada di Yaman akan mengendalikan keputusan kapan jalur tersebut ditutup.

Pada Jumat, serangan AS terhadap Iran dilaporkan memasuki hari keenam berturut-turut. Media pemerintah Iran menyebut serangan baru pada Kamis pagi menghantam wilayah sekitar Teheran untuk pertama kalinya dalam rangkaian pertempuran ini, selain sejumlah provinsi lain. Komando Pusat AS (CENTCOM) juga menyatakan telah menembaki sebuah kapal tanker yang menuju Pulau Kharg, terminal ekspor minyak terbesar Iran. Militer AS mengatakan rudal Hellfire ditembakkan setelah kapal itu mengabaikan beberapa peringatan.

Sebelumnya pada Kamis, kantor berita Tasnim melaporkan ledakan di Bandar Abbas, Qeshm, dan Ahvaz. Serangan itu disebut menargetkan jembatan yang menghubungkan Bandar Abbas ke Shiraz, sementara pemadaman listrik mulai mengganggu wilayah Khorstan. Di lokasi lain, Fars News melaporkan ledakan keras di Kuwait dan Basra. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan pihaknya juga mencegat serangan rudal pada Jumat.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.