1789369062528-yy3mx.jpgSumber Foto: bing_com

Fokus Pertemuan Bank Setral dan Data Ekonomi Pasar Forex Pekan Ini

Berita

radityo - octaNews

14 Sep 2026 13:57 WIB

Pasar menghadapi pekan penting karena The Fed, Bank of Japan, dan Bank of England akan menentukan kebijakan suku bunga di tengah inflasi yang masih tinggi, pertumbuhan ekonomi yang melambat, serta eskalasi konflik Timur
Tengah.

The Fed terbelah: Sebagian pejabat, termasuk Kevin Warsh, cenderung hawkish, sementara Christopher Waller dan John Williams lebih dovish. Karena itu, hasil pemungutan suara diperkirakan tidak bulat.

Ekspektasi pasar: Peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin berada di sekitar dua pertiga.

Dampak ke pasar: Kenaikan suku bunga atau keputusan mempertahankan suku bunga dengan nada hawkish dapat memperkuat dolar AS. Penguatan yang lebih besar akan terjadi jika dot plot mengisyaratkan kenaikan lanjutan.

Risiko independensi: Penundaan kenaikan suku bunga, terutama setelah tekanan Presiden Trump agar suku bunga dipangkas, dapat menimbulkan keraguan terhadap independensi The Fed.

Dilema inflasi: Inflasi masih di atas target 2%, sementara lapangan kerja dan konsumsi mulai melambat. Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah dan kelangkaan cip berpotensi memperbesar tekanan inflasi.

Data penting minggu ini: Penjualan ritel, indeks manufaktur Empire State, data perumahan, dan produksi industri akan membantu menilai kekuatan ekonomi AS.

Imbal hasil obligasi: Meskipun kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya utang pemerintah, kebijakan yang lebih tegas berpotensi menurunkan imbal hasil jangka panjang dengan memulihkan kepercayaan terhadap komitmen The Fed pada target inflasi.

BoE Mungkin Tidak Terburu-buru Menaikkan Suku Bunga

Bank of England (BoE) cenderung mempertahankan sikap wait-and-see dan belum terburu-buru menaikkan suku bunga, meskipun inflasi Inggris meningkat. Pasar memperkirakan Bank Rate tetap di 3,75% untuk sisa tahun ini. Perbedaan pandangan di BoE: Kepala Ekonom Huw Pill mendukung kenaikan suku bunga segera untuk mencegah inflasi sementara menjadi permanen. Sebaliknya, Gubernur Andrew Bailey lebih dovish dan menilai dampak lanjutan inflasi masih terbatas. CPI Inggris naik menjadi 2,9% secara tahunan pada Juli dari 2,6% pada Juni, terutama akibat kenaikan batas harga energi rumah tangga sebesar 13%. Data ketenagakerjaan dirilis Selasa, CPI Agustus pada Rabu, dan penjualan ritel pada Jumat. CPI Agustus menjadi data penting sebelum keputusan BoE pada Kamis. Investor akan mencari sinyal mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada November.

Apakah BoJ Berada Di Titik Balik?

BoJ mungkin berada di titik balik karena tekanan inflasi kembali meningkat, yen melemah, dan harga minyak yang tinggi berisiko memperburuk kenaikan biaya di Jepang. Dampak subsidi pemerintah yang sebelumnya menahan inflasi mulai memudar. Harga minyak yang tinggi dan pelemahan yen dapat meningkatkan biaya impor serta mendorong inflasi kembali naik. Sejumlah anggota dewan BoJ semakin khawatir inflasi melampaui target 2%, tetapi Gubernur Kazuo Ueda masih berhati-hati dan belum memberikan sinyal tegas mengenai percepatan kenaikan suku bunga. Pemerintahan Trump disebut lebih tegas terhadap pelemahan yen, bahkan membuka kemungkinan intervensi untuk mendukung mata uang Jepang. Pemerintah Jepang tampaknya mulai memberi ruang bagi BoJ untuk mempercepat pengetatan, dari kenaikan setiap enam bulan menjadi setiap kuartal. Pasar memperkirakan peluang sekitar 75% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Jumat, dengan tambahan kenaikan hingga akhir 2027.



Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.