Harga spot emas naik pada hari Kamis dan bersiap untuk menghentikan penurunan tiga sesi, sehari setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga pertamanya dalam lebih dari tiga tahun. Emas spot naik 2.0% menjadi $4,355.62/oz. Pertanyaannya adalah akankah pola berasih akan berlanjut pada emas di tengah pernyataan Hawkish the Fed. Suku bunga memang telah dinaikan 25 basis point, dengan kemungkinan akan dinaikkan lagi tahun ini.
Ulasan Analisa Fundamental
Harga emas tertekan setelah FOMC menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%–4,00%. Tekanan semakin besar setelah proyeksi Fed menunjukkan sedikitnya 12 anggota FOMC memperkirakan satu kenaikan lagi tahun ini. Ketua Fed Kevin Warsh juga menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi, sementara peluang kenaikan suku bunga pada Oktober mencapai sekitar 55%. Di sisi lain, penurunan harga minyak selama dua sesi memberi sedikit dukungan bagi emas. Kekhawatiran gangguan pasokan mereda setelah Arab Saudi berencana mengoperasikan kembali Jalur Pipa East West secara bertahap dan menawarkan pengiriman minyak melalui Oman. Harapan kemajuan diplomasi AS–Iran turut menekan harga minyak. Presiden Donald Trump menyebut AS mungkin mendekati akhir konflik, sementara pejabat tinggi Iran dikabarkan memperoleh visa untuk menghadiri Sidang Umum PBB pekan depan. Hal ini perlu diwaspadai sebagai peredam konflik.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Jumat, di pasar Asia harga emas terkoreksi ke level $4339. Setelah the Fed naikan suku bunga 25,. Harga emas rebound menyentuh $4381. Pesan hawkish the Fed memudar seiring turunnya harga minyak ditengah diplomasi AS-Iran. Turunnya emas menguji area support $4339, $4305 hingga $4276. Resistance emas menguji area $4365, $4381, $4414. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4308 hingga $4413.







