Harga emas berkonsolidasi di dekat level terendah mingguan setelah menguji level $4.300 pada Jumat pagi, menjelang rilis laporan CPI AS. Dolar AS mempertahankan kenaikan yang dipicu oleh data inflasi PPI di tengah meluasnya konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Namun, harga emas rebound ke level $4402 setelah data CPI Dirilis moderat. Namun jelang penutupan pasar AS, emas kembali tertekan oleh prospek naiknya suku bunga the Fed Mingg ini.
Ulasan Analisa Fundamental
Harga emas bertahan di sekitar US$4.310 per troy ounce, dekat level terendah dalam sepekan, setelah data PPI AS yang tinggi mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury. Kondisi ini menekan emas karena emas tidak memberikan imbal hasil. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September meningkat menjadi 72%, dari sekitar 60%, setelah PPI AS naik 0,4% secara bulanan dan 5,4% secara tahunan pada Agustus. Namun, rilis data CPI AS yang moderat dan seruan Trump agar the Fed pangkas suku bunga, membuat emas rebound menguji level $4402, kendati kemudian Kembali tertekan. Dari timur tengah, Harga minyak yang menembus US$100 per barel akibat eskalasi konflik Timur Tengah turut memperbesar kekhawatiran inflasi. Ketegangan geopolitik mencakup perluasan pengaruh Houthi di sekitar Laut Merah, terbatasnya lalu lintas di Selat Hormuz, serta laporan peningkatan produksi rudal balistik Iran.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Senin, di pasar Asia harga emas kembali tertekan. Naiknya harga minyak mentah, membatasi naiknya harga emas. Selain itu, pasar ingin menunggu hasil pertemuan FOMC pekan ini, untuk membahas kebijakan suku bunga. Turunnya emas tertahan di area support $4300, $4283 hingga $4265. Resistance emas menguji area $4355, $4370, $4385. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4380 hingga $4265.







