Harga emas turun pada hari Selasa karena kenaikan tajam obligasi pemerintah AS dan kenaikan harga minyak menekan harga emas batangan. Para pelaku pasar logam mulia juga menantikan risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juli untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter. Harga emas spot turun 1,5% menjadi $4.351,23/oz, sementara harga emas berjangka turun 1,6% menjadi $4.404,57/oz.
Ulasan Analisa Fundamental
Logam mulia ini telah menguat selama dua minggu terakhir, sebagian dibantu oleh data ekonomi AS yang lemah di pasar tenaga kerja dan inflasi yang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed. Imbal hasil obligasi jangka panjang 30 tahun, khususnya, mencapai level tertinggi sesi sebesar 5,335%, level tertinggi sejak Juni 2007. Kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak karena kebuntuan di Timur Tengah telah mengimbangi data yang lemah, sementara penawaran obligasi besar-besaran dari perusahaan teknologi raksasa untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan telah memperburuk kekhawatiran utang. Para pedagang kini akan menantikan risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Juli yang dijadwalkan pada hari Rabu untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter. Tiga presiden Fed regional telah berbeda pendapat dengan langkah FOMC untuk mempertahankan suku bunga tetap.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Rabu, di pasar Asia harga emas bergerak turun, menguji support $4324/onz. sementara Harga emas naiknya nampak terbatas ke level $4362 karena ketidakpastian Timur Tengah. Naiknya emas didukung oleh prospek melambatnya inflasi, namun terbatasi oleh geopolitik. Turunnya emas tertahan di area support $4324, $4300 hingga $4260. Resistance emas menguji area $4362, $4380, $4410. Emas diperkirakan bergerak dalam range antara $4300 hingga $4380. Trend pasar Netral.







