Emas turun sekitar 1,4% pada Rabu karena dolar menguat pasca-data PCE dan PDB AS yang solid, membuat prospek suku bunga The Fed semakin tidak pasti dan mengurangi daya tarik logam mulia. Emas turun 1,4% ke $4.594,36/onz. Core PCE (inflasi favorit The Fed): naik 0,2% MoM dan 3,3% YoY pada Juli, sesuai perkiraan; angka tahunan tetap jauh di atas target The Fed 2%. Headline PCE: naik 0,2% MoM dan 3,7% YoY, sedikit di atas ekspektasi.
Ulasan Analisa Fundamental
PDB riil Q2: estimasi kedua tetap 1,5%, sesuai konsensus. Pesanan baru barang tahan lama: naik 1,1% pada Juli, lebih baik dari perkiraan 0,4%. Kombinasi ekonomi yang tangguh dan inflasi yang “lengket” memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga stabil sambil menunggu data berikutnya. CME FedWatch menunjukkan peluang The Fed menahan suku bunga pada September naik menjadi 64% (dari ~60% sebelumnya). Pasar kini menyoroti pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole (Jumat) untuk petunjuk arah kebijakan; analis memperkirakan Warsh mungkin terdengar lebih hawkish terkait risiko inflasi jangka panjang. Pekan lalu, kekhawatiran inflasi dari lonjakan harga minyak dan belanja infrastruktur AI memicu aksi jual obligasi jangka panjang; intervensi verbal Menkeu AS untuk menahan yield dianggap tidak banyak berdampak setelah utang AS melampaui $40 triliun.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Kamis, di pasar Asia harga emas nampak naik terbatas. Potensi terkoreksi dapat berlanjut, kendati belum merubah trend bulliah. Harga emas terkoreksi karena laporan data inflasi AS yang masih tinggi dan PDB yang solid. Saat ini pasar menunggu pidato Kevin Warsh. Turunnya emas tertahan di area support $4594, $4577 hingga $4550. Resistance emas menguji area $4643, $4665, $4780. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4550 hingga $4645. Trend pasar bullish.







