Harga emas melonjak pada hari Rabu, dengan harga spot menembus $4.500/oz untuk pertama kalinya sejak awal Juni. Kenaikan ini didorong oleh penurunan dolar setelah Departemen Keuangan AS turun tangan untuk memberikan bantuan kepada pasar obligasi. Para pedagang juga menganalisis risalah terbaru Federal Reserve, yang menunjukkan banyak pembuat kebijakan melihat kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tidak menurun.
Ulasan Analisa Fundamental
Harga emas spot melonjak 4% ke sekitar $4.523,28 per troy ounce, didukung penurunan imbal hasil Treasury AS dan pelemahan Dolar. Departemen Keuangan AS akan menggandakan operasi pembelian kembali obligasi jangka panjang mulai 9 September, dari $2 miliar menjadi $4 miliar per operasi. Kebijakan tersebut langsung mendorong pembelian obligasi dan menurunkan yield Treasury 30 tahun sebesar 9,2 basis poin menjadi 5,193%, setelah sehari sebelumnya menyentuh 5,337tertinggi sejak Juni 2007. Langkah Departemen Keuangan dinilai bertujuan memperbaiki likuiditas sekaligus menekan yield jangka panjang yang terlalu tinggi. Risalah FOMC Juli menunjukkan para pejabat The Fed masih khawatir terhadap inflasi. Banyak anggota menilai kenaikan suku bunga dapat diperlukan jika inflasi tidak menurun. Konflik Timur Tengah menambah ketidakpastian inflasi karena berisiko memperpanjang gangguan rantai pasokan dan menjaga harga energi tinggi.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Kamis, di pasar Asia harga emas sempat menguji resistance $4523 setelah FOMC. Namun terkoreksi dan menguji support $4472/onz. Sementara Harga emas naiknya nampak menguji level $4528. Naiknya emas didukung oleh prospek melambatnya inflasi, Namun terbatasi oleh geopolitik. Turunnya emas tertahan di area support $4472, $4430 hingga $4410. Resistance emas menguji area $4528, $4550, $4575. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4410 hingga $4550. Trend pasar bullish.







