Harga Emas Mendekati $4.440, Didorong Konflik Geopolitik AS-Venezuela
Harga emas spot naik mendekati $4.440 per ons selama sesi awal Asia pada Selasa (6 Januari 2026), memperpanjang reli di tengah ketegangan geopolitik yang memicu permintaan aset safe-haven. Faktor utama pendorong termasuk konflik AS-Venezuela serta ekspektasi pelonggaran moneter dari Federal Reserve (The Fed). Pasar kini menanti data ekonomi AS penting pada Jumat, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Desember, yang bisa memberikan petunjuk prospek kebijakan moneter.
Ulasan Analisis Fundamental
Para pedagang memantau ketat data ekonomi AS utama pada Jumat ini, khususnya NFP, untuk sinyal tambahan tentang sikap The Fed. Ketegangan AS-Venezuela mencapai puncak baru setelah serangan Delta Force Angkatan Darat AS pada Sabtu lalu, yang berujung penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya. Pada Senin, Maduro mengaku tidak bersalah atas tuduhan AS terkait terorisme dan narkoba, memicu pertarungan hukum dengan implikasi geopolitik luas, seperti dilaporkan Bloomberg.
Ketidakpastian di kawasan ini mendorong aliran dana ke emas sebagai aset lindung nilai tradisional. Selain itu, ekspektasi dovish The Fed—didorong siklus pelonggaran moneter—memperkuat kenaikan harga. Malam ini, pasar juga menanti data Composite PMI dan Services PMI AS, yang diproyeksikan negatif dan berpotensi menekan sentimen risiko.
Ulasan Analisis Teknikal
Pada Senin, harga emas bergerak naik ke $4.455 per ons, sebelum menyentuh puncak $4.460 pada Selasa pagi, merespons eskalasi konflik AS-Venezuela. Kenaikan ini menguji level resistance kunci di $4.475, $4.486, hingga $4.505.
Support utama: Tertahan kuat di $4.430 per ons; jika break, waspadai target turun ke $4.409–$4.392.
Proyeksi rentang: Emas kemungkinan bergerak sideways antara $4.475 (atas) hingga $4.374 (bawah) dalam sesi hari ini.







