Harga emas spot tetap stabil di sesi perdagangan Asia pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah melonjak lebih dari 2% pada sesi Rabu sebelumnya, di tengah likuiditas tipis akibat libur Tahun Baru Imlek. Harga sempat turun ke level $4.960,55 per ons, tetapi koreksi ini tampak terbatas karena investor masih mempertimbangkan risiko geopolitik berkelanjutan dan sinyal campuran dari Federal Reserve.
Analisis Fundamental
Logam mulia ini melonjak 2,1% pada Rabu, sempat menembus $5.000 per ons, didorong oleh ketegangan geopolitik seperti kekhawatiran keamanan di Selat Hormuz akibat eskalasi AS-Iran serta stagnasi diplomasi nuklir. Sentimen berubah hati-hati hari ini setelah risalah pertemuan Fed terbaru menunjukkan perbedaan pendapat pejabat soal suku bunga, dengan sebagian mendukung pemangkasan jika inflasi terkendali, sementara yang lain khawatir inflasi membandel. Investor kini menanti data PCE AS Jumat ini, yang bisa memengaruhi arah dolar dan yield obligasi.
Analisis Teknikal
Pada Rabu, harga emas ditutup di atas $5.000 per ons, meski kenaikan dibatasi oleh nada hawkish Fed yang ingin suku bunga bertahan lebih lama. Potensi kenaikan lanjut menghadapi resistance di $5.022, $5.052, hingga $5.085, sementara penurunan bisa menguji support $4.960, $4.900, dan $4.865. Secara keseluruhan, emas diprediksi bergerak dalam rentang $4.960–$5.085 hari ini, dengan pantauan ketegangan AS-Iran.







