Harga emas bertahan positif di dekat level $5.000 pada sesi awal perdagangan Asia Jumat ini (20 Februari 2026), dengan spot price tercatat di sekitar $4.997,80 per ons setelah konsolidasi kemarin.
Faktor Fundamental
Ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat mendorong permintaan safe-haven untuk emas, di tengah buildup militer AS di Timur Tengah dan ancaman serangan dalam waktu dekat. Pedagang memantau rilis data AS hari ini, termasuk GDP Q4 2025 pukul 07:30 WIB, Personal Income and Outlays (termasuk PCE Price Index Desember), serta Housing Starts. Risalah FOMC Januari yang hawkish memperkuat USD, dengan pejabat Fed mendukung deskripsi dua arah kebijakan suku bunga jika inflasi membandel, sehingga membatasi kenaikan emas.
Analisis Teknikal
Harga emas tutup naik di $5.000 per ons pada Rabu, tapi dibatasi oleh nada hawkish Fed yang sinyal suku bunga tinggi lebih lama. Kenaikan potensial menarget resistance $5.022, $5.052, $5.100, hingga $5.160, sementara penurunan menguji support $4.967, $4.920, dan $4.885. Secara keseluruhan, emas diprediksi bergerak dalam rentang $4.960–$5.100, dengan channel ascending mendukung tren stabil menuju akhir Februari.







