Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan guna menekan program nuklir Teheran, dengan potensi eskalasi lebih besar jika negosiasi di Jenewa pada Kamis (26/2/2026) gagal. Laporan ini dikutip dari sumber internal Gedung Putih oleh The New York Times.
Target dan Strategi
Serangan awal akan menyasar fasilitas IRGC (Pasukan Garda Revolusi Iran), infrastruktur nuklir utama, serta program rudal balistik Iran. Trump telah menginstruksikan para penasihatnya untuk menggunakan tekanan militer guna memaksa Iran meninggalkan pengembangan senjata nuklir, sambil mengajukan proposal diplomatik yang membolehkan pengayaan uranium terbatas untuk keperluan medis.
Konteks Militer dan Diplomasi
AS telah mengerahkan dua kelompok kapal induk, jet tempur, serta bomber berat ke wilayah jarak serang Iran. Debat internal di Gedung Putih mempertanyakan apakah serangan udara saja cukup mencapai tujuan politik, sementara pihak resmi menolak berkomentar dan menyebut laporan ini sebagai spekulasi prematur.
Dampak Pasar
Eskalasi ini sejalan dengan ultimatum Trump 10-15 hari sebelumnya (19/2/2026), yang telah mendorong reli harga emas dan minyak sejak pekan lalu. Ketegangan ini memperkuat status emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.







