harga-emas-kembali-naik-tarif-trump-dan-negosiasi-as-iran-menjadi-pemicu.jpgSumber Foto: moneyandbanking.co.th

Harga Emas Kembali Naik Tarif Trump dan Negosiasi AS-Iran Menjadi Pemicu

analisa

radityo - octaNews

23 Feb 2026 11:13 WIB

Harga emas spot melonjak di atas $5.140 per ounce pada sesi awal perdagangan Asia, Senin (23/2/2026), memperpanjang reli safe haven di tengah ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump dan ketegangan geopolitik AS-Iran yang memanas. Kenaikan ini terjadi setelah harga sempat terkoreksi ke kisaran $4.850 untuk hari ketiga berturut-turut pekan lalu, akibat penguatan Dolar AS (USD) yang menekan permintaan emas.

Analisis Fundamental

Dolar AS memasuki fase konsolidasi bullish, didukung risalah rapat Federal Reserve (Fed) Januari 2026 yang bernada hawkish, menegaskan risiko inflasi yang melekat dan downside risks di pasar tenaga kerja yang mereda. Data tenaga kerja AS pada Kamis lalu menunjukkan klaim pengangguran awal turun solid, sementara laporan PDB Q4 2025 melambat menjadi 1,4% dari sebelumnya 4,4%, meski inflasi cenderung naik—memicu kekhawatiran Fed mempertahankan suku bunga. Namun, ketegangan AS-Iran yang meningkat serta kekhawatiran tarif dagang Trump mendorong aliran kembali ke emas, ditambah gangguan AI dan laporan pendapatan lemah Walmart.

Analisis Teknikal

Pada penutupan Jumat lalu, emas bertengger di sekitar $5.100 per ounce, didukung memanasnya negosiasi AS-Iran dan ketidakpastian tarif. Tren naik berpotensi berlanjut dengan resistance utama di $5.170, $5.235, hingga $5.285, sementara support terbatas di $5.095, $5.050, dan $5.035. Pasar memantau perkembangan negosiasi AS-Iran yang berlanjut akhir pekan, dengan pergerakan emas diprediksi dalam rentang $5.035–$5.235 untuk sesi ini.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.