EUR/USD bergerak sideways di sekitar level 1.1770 pada sesi Asia Jumat (20 Februari 2026), dengan potensi kenaikan Euro terbatas akibat spekulasi pergantian kepemimpinan ECB.
Faktor Tekanan Euro
Laporan Financial Times mengindikasikan Presiden ECB Christine Lagarde kemungkinan mundur sebelum akhir masa jabatan 8 tahunnya pada 2027, membuka peluang bagi Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz untuk memilih pengganti sebelum pemilu Prancis April 2027. Ketidakpastian ini menekan EUR, sementara data tenaga kerja AS yang kuat dan risalah FOMC hawkish memperkuat USD. Pejabat Fed menyatakan opsi kenaikan suku bunga jika inflasi melebihi 2%, dengan pendekatan kebijakan "dua arah" untuk mengantisipasi risiko.
Data Penting Hari Ini
AS: PDB Q4 2025 advance estimate dan PCE Price Index Desember (indikator inflasi utama Fed) pukul 07:30 WIB; hasil lemah berpotensi tekan USD.
Eurozone: PMI Manufaktur & Jasa flash Jerman dan Zona Euro; data lemah bisa perburuk sentimen EUR.
Pair ini sangat sensitif terhadap rilis data—pelemahan USD mungkin jika PDB/PCE mengecewakan, tapi ketidakpastian ECB membatasi upside EUR.
Kekuatan Dolar AS
Dolar AS menuju pekan terkuat dalam 4 bulan dengan kenaikan >1% (terkuat sejak Oktober 2025), didorong data klaim pengangguran AS di bawah ekspektasi, risalah Fed yang agresif, serta ketegangan AS-Iran. Presiden Trump beri ultimatum 10-15 hari ke Iran soal program nuklir, memicu ancaman balasan dan meningkatkan status safe-haven USD. Konflik ini berpotensi ganggu pasokan minyak global, sementara PCE akan jadi penentu debat Fed antara inflasi dan pasar kerja.







