Harga emas spot naik mendekati $4.375 selama sesi awal Asia pada hari Jumat, menutup tahun 2025 dengan reli signifikan. Kenaikan tahunan mencapai sekitar 65%, tertinggi sejak 1979. Faktor pendorong utama meliputi gejolak perang dagang, ketegangan geopolitik, prospek penurunan suku bunga AS lebih lanjut di 2026, serta aliran dana ke aset safe-haven. Meski begitu, pergerakan pasar tetap terbatas karena pelaku pasar fokus pada data Non-Farm Payroll (NFP) minggu depan.
Analisis Fundamental
Harga emas spot berusaha kembali ke tren bullish pada Jumat, diperdagangkan di atas $4.375 setelah menyentuh titik terendah $4.274 pada Rabu. Penurunan tajam XAU/USD pekan ini dipicu aksi ambil untung menjelang liburan Tahun Baru, usai mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di awal minggu. Logam mulia ini tetap diuntungkan oleh sentimen risk-off, meskipun kenaikannya terhambat oleh penguatan permintaan Dolar AS (USD).
Wall Street mengalami tekanan untuk hari keempat berturut-turut, didorong berita negatif dan penutupan pembukuan akhir tahun. Sebagian besar pasar keuangan tutup pada Rabu, dengan aktivitas penuh kembali pada 2 Januari. Saat ini, perdagangan emas terperangkap dalam rentang sempit karena pelaku pasar menunggu konfirmasi dari data NFP.
Analisis Teknikal
Pada Rabu, harga emas tertekan hingga $4.274/oz sebelum rebound ke $4.355 pada Jumat. Hari ini, potensi kenaikan terbatas di level $4.355–$4.375, bahkan hingga $4.397 jika momentum kuat. Namun, koreksi bisa berlanjut saat pembukaan awal tahun, menguji support $4.274/oz. Jika level ini tembus, waspadai target turun ke $4.258–$4.238.
Secara keseluruhan, emas diprediksi bergerak dalam rentang $4.373–$4.258 dalam jangka pendek, tergantung respons pasar terhadap NFP.







