Harga emas turun lebih dari 1% pada Senin, didorong penguatan dolar dan ekspektasi suku bunga lebih tinggi; spot turun 1,2% ke $4.484,86/oz, kontrak berjangka turun 1,7% ke $4.514,95/oz. Penurunan terkait berita bahwa Iran menangguhkan komunikasi negosiasi dengan AS melalui mediator setelah serangan dan operasi militer Israel di Lebanon; Iran juga mengancam akan memblokir Selat Hormuz.
Ulasan Analisa Fundamental
Sementara itu, AS melancarkan serangan terhadap situs radar dan kendali drone Iran setelah insiden jatuhnya pesawat tak berawak AS; Iran menembakkan rudal yang sempat dicegat saat menarget pangkalan AS. Meski Teheran mengumumkan penangguhan, Presiden Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran “terus berlanjut” kendati Iran menangguhkan pesan; kedua pihak belum mengonfirmasi kesepakatan, dengan isu utama mencakup pembukaan Selat Hormuz dan ambisi nuklir Iran. Secara teknis, harga emas mengalami koreksi dari rekor Januari, momentum masih bearish meski ada tanda tekanan penurunan mulai mereda. Harga emas pulih dari penurunan pada bulan Mei, tertekan oleh penguatan dolar dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi. Harga emas spot turun 1,6% menjadi $4.447,86/onz. Kondisi tersebut, membuat harga minyak mentah naik, mendorong gema kenaikan suku bunga Kembali tersulut.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Senin, di pasar AS harga emas kembali tertekan, namun terkoreksi setelah Israel melanjutkan serangannya ke Lebanon dan AS melakukan serangan ke radar Iran. emas turun ke $4447. Prediksi naiknya suku bunga the Fed akhir tahun ini, membatasi
naiknya emas. Resistance emas saat ini di $4496, $4525 hingga $4545. Sementara turunnya emas menguji support $4445/onz, bila terlewati, ke $4402, $4375. Emas hari ini, diperkirakan dalam range antara $4525 hingga $4402.







