data-nfp-as-diprediksi-masih-lambat-terbuka-fed-pangkas-suku-bunga.jpgSumber Foto: ranbourseonline.co

Data NFP AS Diprediksi Masih Lambat, Semakin Terbuka The Fed Pangkas Suku Bunga

berita

radityo - octaNews

5 Jan 2026 12:34 WIB

Saham AS ditutup lebih tinggi pada Jumat lalu, didorong oleh sentimen positif di sektor teknologi. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,66% atau 319 poin, sementara S&P 500 naik 0,2%. Nasdaq Composite cenderung flat, meskipun saham semikonduktor seperti Nvidia dan AMD melonjak signifikan.

Menurut Peter Oppenheimer, kepala strategi ekuitas global Goldman Sachs, kenaikan sektor teknologi bukan hanya euforia AI semata. "Pertumbuhan laba perusahaan teknologi yang unggul sejak krisis keuangan 2008 menjadi pendorong utama," katanya, menekankan fundamental yang solid di balik rally ini.

Investor kini beralih fokus ke isu politik. Nominasi Presiden terpilih Donald Trump untuk menggantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell—yang masa jabatannya berakhir Mei 2026—menjadi sorotan. Selain itu, keputusan Mahkamah Agung AS terkait tarif impor Trump di awal tahun ini akan memberikan kepastian pada kebijakan perdagangan, yang berpotensi memengaruhi inflasi dan pertumbuhan.

Kalender Ekonomi & Laporan Laba Minggu Ini (Januari 2026)

Berikut jadwal utama yang wajib dipantau:

Senin: ISM Manufacturing PMI Desember (est. 48,4).

Selasa: S&P Global Services/Composite PMI akhir Desember; laporan laba AAR Corp (AIR).

Rabu: ADP Employment Change Desember (est. +48K), ISM Services PMI (est. 52,3), JOLTS Job Openings November; laporan laba Constellation Brands (STZ), Jefferies Financial (JEF), Archer-Daniels-Midland (ACI), Applied Digital (APLD).

Kamis: Challenger Job Cuts, Initial Jobless Claims, Trade Balance Oktober; laporan laba RPM International (RPM), TD SYNNEX (SNX), dan lainnya.

Jumat: Nonfarm Payrolls Desember (est. +55K, Unemployment Rate 4,5%), Housing Starts Oktober, University of Michigan Consumer Sentiment; data tenaga kerja AS ini krusial memengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed.

Analisis Dampak Data Ekonomi

Data ekonomi minggu ini bisa menggoyahkan pasar dengan cara berikut:

ISM Manufacturing lemah diikuti NFP lemah: Berita positif bagi obligasi dan saham, karena meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga Fed lebih agresif.

PMI Jasa kuat: Mempertahankan kepercayaan investor tinggi, mendukung momentum pasar secara keseluruhan.

Data upah/lapangan kerja kuat: Berpotensi dorong imbal hasil Treasury naik, tekan saham sensitif suku bunga seperti teknologi dan real estate.

Housing Starts: Penting bagi saham perumahan (misalnya Home Depot) dan small-cap siklikal yang bergantung pada siklus ekonomi.

Pantau perkembangan ini untuk peluang trading jangka pendek.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.