1782969251477-m9f71.jpgSumber Foto: foxbusiness.com

Pidato Kevin Warsh Tanpa Panduan, Kebijakan Suku Bunga Bergantung Perkembangan Inflasi

Berita

radityo - octaNews

2 Jul 2026 12:14 WIB

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menolak memberikan panduan ke depan soal arah suku bunga pada Rabu, dan hanya mengatakan bahwa para pembuat kebijakan akan menggelar “perdebatan keluarga yang baik” saat kembali bertemu pada akhir Juli. Berbicara dalam panel bersama sejumlah bankir sentral di forum Bank Sentral Eropa di Sintra, Portugal, Warsh menyambut baik pembelaan Presiden ECB Christine Lagarde atas keputusan untuk menghentikan praktik mengarahkan pasar lewat sinyal jalur kebijakan. “Kami telah menemukan kesamaan tujuan,” kata Warsh. “Jawaban Presiden Lagarde tentang panduan ke depan, saya sendiri tidak bisa mengungkapkannya lebih baik.”

Dalam rapat pertamanya sebagai pemimpin The Fed bulan lalu, Warsh meluncurkan rencana perombakan operasional bank sentral, termasuk pembentukan gugus tugas untuk meninjau cara The Fed menyusun komunikasi dan penilaian ekonominya. Pada Rabu, ia menegaskan kembali keinginannya agar The Fed “menentukan arah baru sehingga kita dapat membuat keputusan yang lebih baik dan melakukan hal yang benar.” Meski begitu, Warsh hanya memberi sedikit petunjuk soal pandangannya terhadap inflasi. Harga tetap menjadi perhatian utama karena guncangan energi yang dipicu perang Iran pada akhir Februari, dan sejumlah pengamat menilai tekanan tersebut bisa mendorong The Fed menaikkan suku bunga pada 2026. Pada Juni, bank sentral memilih mempertahankan suku bunga tanpa perubahan.

Harga minyak memang sudah kembali mendekati level sebelum konflik setelah tercapainya kesepakatan damai sementara pada Juni, tetapi dampak lonjakan awal terhadap tekanan harga yang lebih luas masih menjadi perdebatan di kalangan pengambil kebijakan. ECB bahkan menjadi bank sentral G7 pertama yang merespons konflik Timur Tengah dengan menaikkan suku bunga bulan lalu sebagai upaya meredam inflasi. Warsh sendiri mengatakan harga di AS masih “terlalu tinggi” dan menegaskan bahwa siapa pun yang berharap The Fed nyaman dengan inflasi di atas target 2% akan “kecewa.”

“Kami akan mewujudkan stabilitas harga di AS,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa indeks harga konsumen utama AS berada di 4,2% pada Mei, meski ekspektasi dan risiko inflasi menurutnya mulai mereda dalam beberapa pekan terakhir. Warsh, yang ditunjuk Presiden Donald Trump untuk menggantikan Jerome Powell, juga menegaskan bahwa independensi The Fed dari pengaruh politik tidak akan berubah. Menanggapi tekanan Trump agar bank sentral menurunkan suku bunga lebih agresif untuk mendorong ekonomi, ia berkata: “Kami telah menjadi bank sentral yang independen untuk waktu yang sangat lama. Kami akan tetap menjadi bank sentral yang independen saat ini juga.”
Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.