Harga emas rebound pada perdagangan Senin, didorong aksi beli setelah penurunan terbesar dalam hampir 20 tahun. Emas spot menguat 0,8% menjadi US$2.580 per troy ounce (oz), sementara emas berjangka naik ke US$2.585/oz. Kenaikan ini terjadi di tengah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menilai inflasi AS tetap terkendali meski harga energi melonjak.
Analisis Fundamental
Analis OCBC menilai pemulihan harga emas dari titik terendah pekan lalu disebabkan posisi jenuh jual sejak konflik Iran meletus akhir Februari. Harga energi yang tinggi berisiko memicu tekanan inflasi, mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, dan menciptakan lingkungan menantang bagi emas dalam jangka pendek. Taruhan pemangkasan suku bunga bank sentral mereda, sementara spekulasi kenaikan suku bunga justru meningkat. Namun, pernyataan Powell bahwa ekspektasi inflasi "terkendali dengan baik" sedikit meredakan kekhawatiran tersebut. Secara keseluruhan, rebound teknikal ini rentan tertekan jika harga minyak terus naik akibat konflik Timur Tengah.
Analisis Teknikal
Pada Senin, emas rebound moderat dari level US$2.580/oz, dengan tren sideways. Tekanan jual masih mengintai jika minyak mentah terus menguat. Harga bertahan di bawah resistance utama US$2.602/oz, dan pergerakan selanjutnya bergantung pada eskalasi Timur Tengah.
Resistance: US$2.580, US$2.640.
Support: US$2.480, US$2.420, US$2.350.
Emas diprediksi bergerak dalam range US$2.480–US$2.640 dalam waktu dekat.







