Harga emas stabil dalam perdagangan Asia pada hari Rabu, sebagian besar tetap berada dalam kisaran terbatas minggu ini, karena investor menjadi berhati-hati di tengah memudarnya harapan untuk kesepakatan perdamaian AS-Iran dan menunggu pertemuan antara Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Harga emas spot turun 0,3% menjadi $4.695,50 per ons. Setelah laporan data inflasi AS dirilis lebih tinggi pada angka tahunan.
Ulasan Analisa Fundamental
Harga emas turun 0,4% pada sesi sebelumnya karena penguatan dolar dan angka inflasi AS yang tinggi. Sentimen pasar tetap rapuh setelah Trump mengatakan awal pekan ini bahwa negosiasi dengan Iran berada dalam "kondisi kritis" setelah penolakan Teheran terhadap proposal yang didukung AS yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali
Selat Hormuz. Komentar-komentar tersebut meredam optimisme atas gencatan senjata jangka pendek dan menjaga ketidakpastian geopolitik tetap tinggi. Investor juga fokus pada pertemuan puncak Trump dengan Xi pada 14-15 Mei di Beijing, di mana kedua pemimpin tersebut diharapkan akan membahas ketegangan perdagangan, konflik Iran, Taiwan, dan rantai pasokan global. Emas batangan kesulitan mendapatkan momentum minggu ini karena data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah dan memperkuat dolar.
Ulasan Analisa Teknika
Pada perdagangan hari Selasa, harga emas tertekan ke level $4638/onz di pasar AS, setelah rilis data inflasi AS yang tinggi. Pasar terus mengamati proposal baru perdamaian AS-Iran. Harga emas nampak naik terbatas ke level $4729 pada pasar Asia hari Rabu (13/05). Hari ini data PPI akan dirilis. Resistance emas selanjutnya di $4765, $4802 hingga $4836. Sementara turunnya emas menguji support $4678/onz, bila terlewati, ke $4657, $4635. Emas hari Senin, diperkirakan dalam range antara $4730 hingga $4635.







