1782897469632-t4k76.jpgSumber Foto: bloombergtechnoz.com

Inflasi Di Zona Eropa Turun, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga ECB Memudar

Berita

radityo - octaNews

1 Jul 2026 16:17 WIB

EUR/USD melemah tipis ke sekitar 1,1410 pada sesi awal Asia, Rabu, seiring meredanya ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali bersikap agresif dalam menaikkan suku bunga. Pasar kini menantikan pembacaan awal Indeks Harga Konsumen Terharmonisasi (HICP) zona euro serta data Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Amerika Serikat untuk petunjuk arah berikutnya.

Tekanan terhadap euro muncul setelah tanda-tanda perlambatan inflasi di sejumlah ekonomi utama Eropa, termasuk Jerman, Prancis, dan Italia, mengurangi peluang ECB memperketat kebijakan lebih lanjut. Data Destatis pada Selasa menunjukkan inflasi CPI Jerman turun menjadi 2,3% pada Juni dari 2,6% pada Mei, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 2,5%.

“Hal ini membuat kebijakan ECB untuk mempertahankan suku bunga pada Juli hampir pasti, kecuali jika harga minyak naik secara spektakuler sebelum pertemuan tersebut,” kata Claus Vistesen, kepala ekonom zona euro di Pantheon Macroeconomics.
Pekan lalu, Presiden ECB Christine Lagarde juga menegaskan bahwa belum ada kebutuhan untuk tindakan “keras”, dengan alasan turunnya harga energi dan belum munculnya efek putaran kedua, seperti kenaikan upah yang lebih tinggi, yang dapat kembali mendorong inflasi.

Di sisi lain, ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan sehingga Federal Reserve tetap memiliki ruang untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat. The Fed pada pertemuan Juni mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75% dan menghapus sinyal yang sebelumnya mengarah pada penurunan suku bunga di masa depan. Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperkirakan hampir 63% peluang kenaikan suku bunga pada September.
Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.