harga-minyak-berbalik-naik-trump-akan-lanjut-serang-iran.jpgSumber Foto: indiatimes.com

Harga Minyak Berbalik Naik, Trump Akan Lanjut Serang Iran Dengan "sangat keras"

berita

radityo - octaNews

2 Apr 2026 11:53 WIB

Harga minyak dunia naik kuat pada Kamis (2 April 2026) setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan AS akan menyerang Iran "dengan sangat keras" dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kenaikan ini membalik tren pelemahan sebelumnya. Kontrak minyak Brent melonjak 4,2% menjadi US$105,41 per barel, sementara WTI naik 3,6% ke US$103,68 per barel. Sehari sebelumnya, harga sempat melemah tipis seiring meredanya premi risiko Timur Tengah.

Pemicu Lonjakan: Pernyataan Trump

Trump menegaskan militer AS akan meningkatkan operasi di Iran untuk mencegah pengembangan senjata nuklir Teheran. Ia mengulang bahwa diskusi masih berlangsung, tanpa mengonfirmasi de-eskalasi atau gencatan senjata yang dekat. Komentar sebelumnya—bahwa AS bisa mundur dari Iran dalam "dua hingga tiga minggu"—pernah memicu ekspektasi penurunan ketegangan. Namun, pernyataan terbaru soal "serangan sangat keras" langsung memanaskan sentimen risiko di pasar minyak.

Sentimen Konflik dan Data Pasokan

Iran menolak klaim Trump bahwa Teheran meminta gencatan senjata, menegaskan tidak ada permintaan resmi atau komunikasi langsung dengan AS. Di sisi pasokan, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan peningkatan stok minyak mentah AS sebanyak 5,5 juta barel pada pekan berakhir 27 Maret—lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Meski demikian, kenaikan harga tetap didominasi faktor geopolitik Timur Tengah, yang memperlebar premi risiko secara signifikan.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.