Harga emas turun pada perdagangan Asia setelah serangan timbal balik akhir pekan antara AS dan Iran, meskipun ada laporan bahwa kedua pihak sepakat menghentikan serangan dan akan mengadakan pembicaraan lanjutan. Emas spot turun 0,8% menjadi $4.050,50/oz. Namun pasar akan dengan hati-hati mengamati bagaimana perkembangan pembicaraan damai AS – Iran di Doha Selasa ini. Selain itu, pasar juga akan mengamati laporan data tenaga kerja AS.
Ulasan Analisa Fundamental
Harga emas turun mendekati $4.050 di Tengah ketidakpastian pembicaraan AS-Iran dan ekspektasi Federal Reserve (Fed) yang agresif. Harga emas turun mendekati $4.060 pada sesi Asia Senin. Semua mata akan tertuju pada data Nonfarm Payrolls AS pada Kamis, karena hari jumat libur hari kemerdekaan AS. Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk menghentikan serangan dan berencana bertemu di Doha, Qatar, pada hari Selasa untuk menyelesaikan perselisihan mereka mengenai Selat Hormuz, lapor Axios. Para pejabat AS menyatakan bahwa Washington dan Teheran “akan menghentikan sementara” setelah terjadi baku tembak di dekat selat Hormuz selama beberapa hari terakhir. Namun, ketidakpastian tetap tinggi karena Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya berada di tangan Teheran. Para pedagang memperkirakan hamper 59,7% kemungkinan kenaikan suku bunga paling cepat pada September 2026.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Senin, di pasar Asia, harga emas kembali tertekan ke Level $4050, namun demikian, harga emas mulai naik. Menguatnya index dolar (DXY) mulai reda karena inflasi diprediksi naik terbatas, waspadai memanasnya kemelut AS-Iran. Emas menguji support sekitar $4048/oz. Resistance emas saat ini di $4096, $4125 hingga $4147. Sementara
turunnya emas menguji support $4048/onz, $4024, $3998. Emas diperkirakan
bergerak dalam range antara $4045 hingga $4150.







