Harga emas menguat, minyak melemah: Emas spot naik 1% ke $4.130,52/oz, sementara harga minyak turun untuk hari kedua berturut-turut. Penurunan harga minyak didorong oleh isyarat AS bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali, yang meredakan kekhawatiran pasokan dan tekanan inflasi dari konflik Timur Tengah. Selain berita geopolitik, pasar juga akan menanti perkembangan terkait rilis data tenaga kerja AS.
Ulasan Analisa Fundamental
Pasar memantau perkembangan diplomatik AS–Iran dengan peran mediator Qatar; dikabarkan ada draf kesepakatan untuk de-eskalasi dan pembukaan selat, meski belum ada pembicaraan langsung yang disepakati. Sejauh ini, berita tersebut diperkirakan akan ditunggu minggu ini. Di sisi lain, Data tenaga kerja AS: Lowongan kerja Juni 7,359 juta (di bawah ekspektasi 7,454 juta), revisi Mei turun, namun pasar tenaga kerja secara keseluruhan tetap kuat (rekrutmen stabil, quits dan layoffs relatif stabil). Data ini mendukung fokus The Fed pada mandat inflasi, karena kondisi ketenagakerjaan dianggap sudah terkendali; volatilitas minyak dari konflik regional menjadi faktor kunci dinamika inflasi dan perdebatan arah kebijakan moneter. Ketidakpastian arah kebijakan masih tinggi karena investor menimbang risiko inflasi persisten vs tanda perlambatan momentum ekonomi; perhatian beralih ke rilis nonfarm payrolls Juli
pada Jumat sebagai katalis berikutnya.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Rabu, di pasar Asia harga emas dibuka naik ke $4135/onz paska rencana pembkaan Kembali selat hormuz. Sebelumnya harga emas turun ke $4042 namun berbalik naik oleh berita adanya kesepakatan minggu ini. Hari ini naiknya emas menguji resistance $4141, sementara turunnya tertahan di area $4065, $4042 hingga $4021. Resistance emas menguji area $4141, $4166, $4186. Emas diperkirakan bergerak dalam range antara $4065 hingga $4165. Trend pasar bllish.







