Emas diperdagangkan mendekati level tertinggi lebih dari satu minggu selama sesi Asia pada hari Jumat dan tampaknya siap untuk mengakhiri penurunan selama empat minggu. Laporan NFP AS yang lebih lemah pada bulan Juni mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga Fed, yang pada gilirannya dipandang sebagai faktor kunci yang mendukung logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Ulasan Analisa Fundamental
Sementara itu, ketidakpastian geopolitik membantu Dolar AS sebagai aset safe-haven untuk menjauh dari level terendah dua minggu, yang mungkin membatasi kenaikan harga logam mulia. Laju penyerapan tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) melambat tajam pada bulan Juni meskipun angka pengangguran terpantau menurun. Kondisi ini menahan sebagian momentum pertumbuhan lapangan kerja yang sempat tumbuh meyakinkan di awal tahun ini. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) yang dirilis pada hari Kamis (2/7) menunjukkan bahwa nonfarm payrolls hanya bertambah 57.000 pada bulan lalu. Ditambah lagi, adanya revisi penurunan angka untuk dua bulan sebelumnya kian mengurangi kuatnya laporan ketenagakerjaan yang sempat melonjak pada periode lalu. Di sisi lain, Tingkat pengangguran turun ke posisi 4,2% yang dipicu oleh merosotnya angka partisipasi angkatan kerja. Hal itu meredam rencana naiknya suku bunga.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Jumat, di pasar Asia harga emas melanjutkan kenaikan ke level $4195, berita seputar naiknya suku bunga the Fed, mereda setelah laporan data NFP melambat. Pasar juga terus mewaspadai pembahasan AS-Iran. Emas menguji support sekitar $4120/oz. Resistance emas saat ini di $4200, $4215 hingga $4240. Sementara turunnyaemas menguji support $4120/onz, $4100, $4081. Emas diperkirakan bergerak dalam range antara $4220 hingga $4100.







