Harga emas (XAU/USD) menyentuh level tertinggi sepanjang masa di sekitar $4.690 pada sesi awal Asia Senin ini (19 Januari 2026). Kenaikan ini dipicu oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump yang mengenakan tarif 10% pada delapan negara Eropa, memicu kekhawatiran perang dagang baru. Sementara itu, data ekonomi AS yang kuat meredam spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) dalam waktu dekat, mendorong investor beralih ke aset safe-haven seperti emas.
Analisis Fundamental
Momentum bullish emas diperkuat oleh ketegangan geopolitik. Trump mengumumkan tarif tersebut terhadap negara-negara yang menentang rencananya membeli Greenland, termasuk Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris Raya, dan Norwegia, efektif mulai 1 Februari hingga AS diizinkan mengakuisisi wilayah tersebut. Langkah ini memicu kekhawatiran pembalasan dari Eropa, di mana para duta besar Uni Eropa (UE) menyepakati pada Minggu malam untuk membujuk Trump sambil menyiapkan countermeasures.
Di sisi domestik AS, data ekonomi positif seperti laporan pasar tenaga kerja yang membaik semakin menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. Kombinasi faktor ini memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian global.
Analisis Teknikal
Pada perdagangan Jumat lalu, emas sempat terkoreksi menguji support $4.536/oz sebelum rebound ke $4.690. Hari ini, sentimen panik akibat kebijakan tarif Trump terhadap delapan negara NATO mendorong pengujian resistance berturut-turut di $4.690, $4.708, hingga $4.730.
Koreksi potensial tertahan kuat di support $4.616/oz; jika tembus, waspadai target $4.595 (gap) hingga $4.590. Secara keseluruhan, emas diprediksi bergerak dalam rentang $4.616–$4.690 hari ini, dengan bias bullish selama ketegangan geopolitik berlanjut.







