Harga emas terkini berada di sekitar $5.343 per ounce pada 2 Maret 2026, setelah sempat menembus $5.200 dan bergerak positif selama empat minggu berturut-turut. Faktor pendorong utama meliputi eskalasi ketegangan geopolitik AS-Iran serta penurunan yield obligasi pemerintah AS 10-tahun di bawah 4% untuk pertama kalinya sejak akhir November. Pelaku pasar akan memantau putaran pembicaraan AS-Iran selanjutnya dan rilis data makroekonomi AS penting minggu ini, seperti ADP Employment, PMI Manufaktur ISM, Nonfarm Payrolls, dan Unemployment Rate.
Analisis Fundamental
Pada pagi Jumat lalu, kenaikan harga emas terbatas karena ketegangan geopolitik mereda usai laporan kemajuan signifikan dalam pembicaraan nuklir AS-Iran di Jenewa pada Kamis. Namun, paruh kedua hari itu menyaksikan eskalasi kembali, mendorong emas menembus $5.200 lagi, diperkuat oleh serangan udara AS ke Teheran pada 28 Februari. Sementara kalender ekonomi AS minggu ini menampilkan data ADP (Rabu), ISM Manufacturing PMI (Senin), Nonfarm Payrolls (Jumat, ekspektasi 58K), dan Unemployment Rate (4.3%).
Analisis Teknikal
Pada perdagangan Jumat, harga emas naik ke level $5.280 per ounce, didorong kekhawatiran geopolitik yang memicu breakout bullish. Potensi kenaikan berlanjut menuju resistance $5.390, $5.451, hingga $5.473, sementara support terdekat di $5.275, $5.240, dan $5.215. Secara keseluruhan, emas diperkirakan mempertahankan tren bullish dalam rentang $5.250–$5.550, dengan hold di atas $5.241 sebagai kunci konfirmasi.







