Ekonomi Amerika Serikat (AS) diproyeksikan mendapat dorongan kuat tahun ini berkat pemotongan pajak, kenaikan upah riil, dan peningkatan kekayaan rumah tangga, sementara inflasi mulai mereda. Prediksi optimis ini dirangkum dalam laporan 2026 US Economic Outlook dari Goldman Sachs Group Inc., dirilis 11 Januari 2026.
Proyeksi Suku Bunga dan Pertumbuhan
Dihadapkan ketidakpastian pasar tenaga kerja, Goldman Sachs memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dua kali lagi @25 basis poin pada Juni dan September 2026. Ini lebih hawkish dibanding survei Bloomberg Desember 2025 yang memproyeksikan pertumbuhan PDB AS stabil di 2%.
“Komposisi pertumbuhan PDB ke depan akan berbeda dari siklus sebelumnya,” tulis David Mericle, Kepala Ekonom AS Goldman Sachs. “Porsi lebih besar dari produktivitas—terdongkrak AI—sementara kontribusi tenaga kerja menurun akibat imigrasi yang melambat.”
Paket pemotongan pajak Presiden Donald Trump dianggap kunci mempertahankan superioritas ekonomi AS atas negara maju lain.
Faktor Pendorong dan Risiko
Investasi bisnis diprediksi jadi penggerak utama PDB, ditopang kondisi keuangan longgar, berkurangnya ketidakpastian kebijakan, dan insentif pajak. Belanja konsumen tetap tangguh berkat pemangkasan pajak.
Di perdagangan, Goldman asumsikan Gedung Putih hindari tarif baru signifikan menjelang pemilu paruh waktu, dengan biaya hidup sebagai isu utama. Risiko utama: pertumbuhan tanpa job creation karena perusahaan adopsi AI untuk efisiensi.
Prediksi ini kontras survei Bloomberg (2% PDB), tapi selaras tren 2025 di mana AS unggul berkat kebijakan Trump.







