Bank of England (BoE) pada Kamis mempertahankan suku bunga acuannya di 3,75%, namun mengisyaratkan kesediaan untuk menaikkan biaya pinjaman jika diperlukan guna meredam tekanan inflasi.
Keputusan terpecah, perdebatan soal energi
Sejalan dengan langkah Federal Reserve awal pekan ini, tiga dari sembilan anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) memilih untuk menaikkan Bank Rate sebesar 25 bps menjadi 4,00%, menyoroti perdebatan internal mengenai dampak lonjakan harga energi. Suku bunga acuan Inggris tetap di level ini sejak Desember.
Inflasi melambat, tapi berisiko naik lagi
BoE mencatat inflasi konsumen Inggris melambat ke 2,6% pada Juni, turun dari level sebelumnya. Namun, bank sentral memperkirakan inflasi akan meningkat kembali pada akhir 2026 karena harga energi—yang masih berada di atas level sebelum eskalasi konflik Iran—berdampak lebih luas pada perekonomian
Target inflasi 2% tetap jadi patokan
“Kebijakan moneter tidak dapat memengaruhi harga energi, tetapi bertugas memastikan penyesuaian ekonomi terhadap guncangan tersebut terjadi dengan cara yang mengembalikan inflasi ke target 2% secara berkelanjutan,” tulis BoE. Kebijakan selanjutnya akan bergantung pada skala dan durasi guncangan, serta bagaimana dampaknya menyebar melalui ekonomi dan kondisi keuangan.
Risiko “efek putaran kedua”
BoE menilai sejauh ini bukti “efek putaran kedua” (second‑round effects) pada upah dan harga masih terbatas, namun risiko tersebut meningkat semakin lama harga energi tinggi bertahan. Prospek inflasi disebut “cenderung ke arah positif”.







