trump-tidak-puas-dengan-hasil-kesepakatan-timur-tengah-kembali-bergejolak.jpgSumber Foto: ceknricek.com

Trump Tidak Puas Dengan Hasil Kesepakatan, Timur Tengah Kembali Bergejolak

berita

radityo - octaNews

28 Mei 2026 11:49 WIB

Militer AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu malam, menurut laporan Reuters, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia belum puas dengan rancangan kesepakatan damai yang tengah dibahas. Media lokal Iran melaporkan tiga ledakan di dekat Bandar Abbas, yang oleh Reuters dikaitkan dengan serangan terbaru AS terhadap sebuah situs militer Iran. Seorang pejabat AS yang dikutip Reuters mengatakan militer AS juga mencegat drone yang diluncurkan dari Iran serta menyerang fasilitas militer yang dinilai mengancam pasukan AS dan pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Serangan ini menjadi putaran kedua aksi militer AS terhadap Iran minggu ini dan kembali menguji gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara. Sebelumnya, Washington telah menyerang target di Iran selatan pada Senin dan menyebut tindakan itu sebagai langkah "membela diri" sambil menegaskan gencatan senjata masih berlaku.

Ketegangan meningkat setelah Trump menolak laporan bahwa Iran dan Oman akan mengelola pengiriman melalui Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang. Meski mengakui Iran ingin mencapai kesepakatan, Trump menegaskan bahwa ia belum puas dengan isi perjanjian tersebut.

Media Iran sebelumnya pada Rabu melaporkan adanya draf tidak resmi kesepakatan damai yang menyebut Teheran akan memulihkan arus pengiriman komersial di Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan, sementara Iran dan Oman akan bersama-sama mengatur lalu lintas pelayaran. Draf itu juga dikabarkan akan membuat Washington mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Namun, Trump menolak sebagian besar laporan tersebut. Sementara itu, harga minyak naik lebih dari 1% setelah serangan terbaru, meski secara mingguan masih tertekan oleh spekulasi bahwa kesepakatan AS-Iran dan pembukaan kembali Hormuz dapat segera tercapai.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.