the-fed-tahan-suku-bunga-tunjukkan-ekonomi-as-membaik.jpgSumber Foto: bloombergtechnoz.com

The Fed Tahan Suku Bunga 3,5%-3,75, Tunjukkan Ekonomi AS Membaik

berita

radityo - octaNews

29 Jan 2026 13:03 WIB

Para pejabat Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan pada Rabu (28 Januari 2026), sambil menunjukkan perbaikan ekonomi AS dan pendekatan hati-hati terhadap penyesuaian ke depan.

Keputusan FOMC dan Voting

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan dengan suara 10 banding 2 untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75%. Deputi Gubernur Christopher Waller dan Stephen Miran mengusulkan pemangkasan 0,25%.

Dalam pernyataan pasca-rapat, pembuat kebijakan menyatakan peningkatan lapangan kerja tetap rendah, dengan pengangguran menunjukkan tanda stabilisasi. Mereka juga menghapus bahasa soal risiko penurunan lapangan kerja dari tiga pernyataan sebelumnya.

Pandangan Ekonomi dan Inflasi

Penilaian positif ini berpotensi menahan ekspektasi pemotongan suku bunga hingga Juni, meski tekanan dari pemerintahan Trump meningkat. Investor sebelumnya memprediksi tidak ada pemangkasan lagi dalam waktu dekat.

Imbal hasil obligasi 10 tahun stabil di 4,25%, dolar AS sedikit melemah dari puncak harian pasca-klaim Menteri Keuangan Scott Bessent soal kebijakan dolar kuat, sementara indeks S&P 500 nyaris tak berubah.

Komentar Jerome Powell

Gubernur The Fed Jerome Powell menekankan "perbaikan jelas" dalam proyeksi ekonomi 2026. "Prospek aktivitas ekonomi membaik sejak rapat terakhir, yang akan berdampak pada permintaan tenaga kerja seiring waktu," ujarnya.

Ia mengakui stabilisasi pasar tenaga kerja, tapi menambahkan, "Saya tidak akan terlalu jauh dengan itu—ada tanda pendinginan berkelanjutan." Powell enggan menetapkan kriteria pemangkasan: "Kami memutuskan pertemuan ke pertemuan berdasarkan data dan prospek terkini."

Konteks dan Proyeksi

Keputusan ini sesuai prediksi setelah tiga pemangkasan berturut-turut akhir 2025. Proyeksi Desember menunjukkan pemangkasan lagi akhir tahun ini, meski kekhawatiran inflasi dan stabilitas tenaga kerja membuat beberapa pejabat ragu.

Pernyataan FOMC kini gambarkan pertumbuhan "solid" (sebelumnya "moderat"), dan hilangkan referensi inflasi naik. Soal inflasi, Powell sebut gambaran "cukup positif", dengan inflasi inti diproyeksi 3% pada 2025—satu poin di atas target. "Lonjakan utama dari harga barang terkait tarif, yang kemungkinan hanya kenaikan sekali jalan, bukan inflasi berkelanjutan,

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.