Harga emas spot memperpanjang reli rekornya pada hari Kamis (29 Januari 2026), mendekati level $5.600 per ons. Investor semakin mencari aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang memanas. Pada sesi Asia, harga emas spot melonjak 4,0% menjadi $5.598,52 per ons, didorong ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Sementara itu, Federal Reserve (The Fed) semalam mempertahankan kebijakan suku bunganya sesuai prediksi pasar.
Ulasan Analisis Fundamental
Pada sesi sebelumnya, harga emas sempat melonjak sekitar $200 per ons, mencetak rekor tertinggi berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh pembelian berkelanjutan dari bank sentral, momentum kuat dari dana pengikut tren, serta permintaan tinggi terhadap aset aman.
Ketegangan geopolitik semakin memanas setelah Trump pada Rabu mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan guna menyepakati pengendalian senjata nuklir, dengan peringatan bahwa serangan AS selanjutnya akan jauh lebih parah. Teheran membalas dengan ancaman balasan terhadap AS, Israel, dan sekutunya. Di sisi kebijakan moneter, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada Rabu, sesuai ekspektasi analis. Pasca-pengumuman, peluang pemangkasan suku bunga pada Juni pun meningkat di kalangan pedagang.
Ulasan Analisis Teknikal
Pada perdagangan Rabu, emas ditutup naik di level $5.408 per ons. Kenaikan berlanjut di sesi Asia Kamis hingga $5.598 per ons, dipicu kekhawatiran geopolitik pasca-nyatakan Trump soal Iran.
Harga kini menguji resistance utama di $5.600, $5.630, dan $5.655. Sementara itu, potensi koreksi terlihat terbatas dengan support di $5.480, $5.450, hingga $5.380 per ons. Secara keseluruhan, emas diprediksi bergerak dalam rentang $5.380–$5.600 pada sesi mendatang.







