Harga emas spot naik mendekati level $4.640 dan diperkirakan akan menguji ulang rekor tertingginya selama sesi awal perdagangan Asia pada hari Kamis (15 Januari 2026). Logam mulia ini memperpanjang kenaikannya karena para pedagang berbondong-bondong mencari aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Para pelaku pasar juga bersiap menyambut laporan Klaim Pengangguran Awal AS mingguan, yang akan dirilis hari ini.
Analisis Fundamental
Harga emas spot memperpanjang reli rekornya pada hari Rabu hingga mencapai $4.642, didorong oleh sentimen risiko yang meningkat. Meski Dolar AS (USD) juga mendapat dukungan di tengah ketidakpastian, emas sempat terkoreksi ke area $4.583 saat ini.
Data makroekonomi AS yang positif gagal memicu pergerakan signifikan. Penjualan Ritel AS naik 0,6% pada November, melampaui ekspektasi, meskipun angka inti hanya moderat di 0,4% (Grup Kontrol Penjualan Ritel). Selain itu, Indeks Harga Produsen (PPI) inti tahunan yang tertunda akibat penutupan pemerintahan melonjak menjadi 3% pada November, menandakan tekanan inflasi kuat di tingkat grosir. Fokus pasar kini beralih ke pidato pejabat Federal Reserve (Fed) dan data Klaim Pengangguran Awal hari ini.
Analisis Teknikal
Pada perdagangan Rabu, harga emas melonjak ke $4.642/oz setelah rilis data PPI dan Penjualan Ritel. Grafik harian masih menunjukkan pola bullish, meski mulai kehilangan momentum. Di sesi Asia Kamis, emas terkoreksi, tapi penurunan terbatas di level support $4.581, $4.565, hingga $4.549.
Sementara itu, potensi kenaikan menguji resistance di $4.642, $4.657, hingga $4.680. Harga emas diprediksi bergerak dalam rentang $4.565–$4.642 hari ini, dengan data Penjualan Ritel AS sebagai pendorong utama.







