Harga emas melemah dalam perdagangan Asia pada Kamis (2 April 2026), mengakhiri kenaikan selama empat sesi berturut-turut. Investor bereaksi terhadap sinyal eskalasi baru dari Presiden AS Donald Trump terkait konflik dengan Iran. Harga emas spot terakhir turun 1,4% menjadi US$4.693,12 per ons, setelah sebelumnya menyentuh US$4.800,58 per ons. Pernyataan Trump soal keinginan Iran untuk gencatan senjata langsung disangkal oleh Teheran.
Ulasan Analisis Fundamental
Kontrak emas berjangka AS (GC) anjlok hampir 2% menjadi US$4.721,80 per ons. Sentimen pasar berbalik setelah Trump menyatakan dalam pidato televisi bahwa AS akan meningkatkan operasi militer terhadap Iran selama "dua hingga tiga minggu ke depan". Hal ini menegaskan sikap Washington untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. "Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu tempat mereka seharusnya berada," tegas Trump.
Pernyataan ini membalikkan komentar Trump sebelumnya minggu ini, yang menyiratkan AS bisa mundur dari Iran tanpa perjanjian formal. Sementara itu, harga minyak dunia kembali naik akibat kekhawatiran gangguan pasokan. Hal ini memicu sentimen inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Investor kini menanti data pekerjaan AS (Nonfarm Payrolls) pada Jumat untuk petunjuk kebijakan Federal Reserve selanjutnya.
Ulasan Analisis Teknikal
Pada sesi Rabu, harga emas rebound ke level US$4.800 per ons, tapi tren bullish terbalik setelah pernyataan Trump soal serangan keras ke Iran. Penurunan saat ini menguji support kuat di US$4.650 per ons. Jika level ini tembus, emas berpotensi turun lebih lanjut ke US$4.600, US$4.563, hingga US$4.529 per ons.
Sebaliknya, pemulihan bisa menguji resistance di US$4.723, US$4.760, dan US$4.805 per ons. Secara keseluruhan, emas diprediksi bergerak dalam range US$4.500–US$4.800 per ons dalam jangka pendek, tergantung perkembangan geopolitik.







