Harga Emas Menguat Setelah Trump Menunda Serangan Terhadap Iran dan Penurunan Imbal Hasil Obligasi Harga emas naik lebih lanjut dalam perdagangan Asia pada hari Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menunda serangan yang
direncanakan terhadap Iran dan bahwa negosiasi sedang berlangsung. Harga emas juga sedikit pulih karena melemahnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, seiring dengan terhentinya aksi jual yang berkepanjangan di pasar obligasi, Harga emas spot naik 0,1% menjadi $4.570,31/onz.
Ulasan Analisa Fundamental
Penguatan harga emas terjadi bersamaan dengan penurunan harga minyak, setelah Trump mengatakan bahwa ia telah menunda operasi militer yang direncanakan terhadap Iran, dan bahwa "negosiasi serius" sedang berlangsung dengan negara tersebut. Komentar-komentarnya memicu harapan akan de-eskalasi perang AS-Israel di Iran, dengan resolusi cepat yang kemungkinan akan membatasi dampak inflasi dari konflik tersebut. Hal ini pada gilirannya membantu menghentikan aksi jual berkepanjangan di pasar obligasi, yang telah menyebabkan imbal hasil melonjak dan menekan harga emas. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun 0,6% pada Senin malam, sementara obligasi Jepang 10 tahun sedikit mendingin dari puncak 29 tahun. Harga minyak turun tajam setelah komentar Trump. Namun harga minyak mentah masih tetap tinggi, karena aliran melalui Selat Hormuz belum stabil. Dolar melemah setelah komentar Trump, menopang harga logam mulia.
Ulasan Analisa Teknikal
pada perdagangan hari Selasa, harga emas rebound ke level $4589/onz di pasar AS, pelaku pasar merespon pernyataan Trump yang menunda serangan ke Iran. Di satu sisi, pasar tetap memantau pidato dari Kevin Warsh. Harga emas nampak naik terbatas ke level $4526 pada pasar Asia hari Selasa (19/05). Resistance emas di $4591, $4626 hingga $4661. Sementara
turunnya emas menguji support $4548/onz, bila terlewati, ke $4502, $4480. Emas hari ini, diperkirakan dalam range antara $4626 hingga $4500.







