Harga emas Kembali tertekan pada perdagangan awal Asia pada hari Rabu karena pasar tetap waspada terhadap dampak inflasi dari perang Iran, meskipun para pejabat AS mengisyaratkan beberapa kemajuan dalam perundingan perdamaian. Harga emas spot turun 0,3% menjadi $4.460,77/onz. Harga spot tetap mendekati level terlemahnya sejak awal April. Emas kurang diminati di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kenaikan inflasi dan suku bunga.
Ulasan Analisa Fundamental
Sejumlah data inflasi yang kuat dari seluruh dunia menyoroti dampak inflasi dari perang Iran dalam beberapa minggu terakhir, seiring dengan kenaikan tajam harga energi global. Tren ini
diperkirakan akan membuat bank sentral global utama bersikap hawkish dalam beberapa bulan mendatang, sebuah skenario yang kurang menguntungkan bagi emas. Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance pada hari Selasa mengisyaratkan beberapa kemajuan menuju kesepakatan damai dengan Iran. Namun, harga emas tidak terlalu terpengaruh oleh hal ini, terutama karena pasokan minyak di Timur Tengah masih terganggu. Harga emas juga tertekan oleh kenaikan tajam imbal hasil obligasi global selama dua minggu terakhir, karena kekhawatiran atas suku bunga yang lebih tinggi dan inflasi memicu aksi jual tajam di pasar obligasi. Meskipun aksi jual agak mereda minggu ini, imbal hasil obligasi tetap mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Rabu, harga emas tertrekan, ke level $4460/onz di pasar Asia, pelaku pasar melihat perkembangan negosiasi lanjutan negosiasi Iran. Di satu sisi, pasar tetap memantau pidato dari Kevin Warsh. Harga emas nampak naik terbatas ke level $4511 pada pasar Asia hari Rabu (20/05). Resistance emas di $4511, $4557 hingga $4611. Sementara turunnya emas menguji support $4455/onz, bila terlewati, ke $4420, $4400. Emas hari ini, diperkirakan dalam range antara $4557 hingga $4420.







