harga-minyak-mentah-naik-tajam-akibat-selat-hormuz-kembali-ditutup.jpgSumber Foto: stockwatch.id

Harga Minyak Mentah Naik Tajam Lebih Dari 7% Akibat Dari Selat Hormuz Kembali Ditutup

berita

radityo - octaNews

20 Apr 2026 12:53 WIB

Harga minyak dunia naik tajam 7% pada awal sesi Asia Senin (20 April 2026), dipicu penyitaan kapal kargo Iran oleh AS dan penutupan ulang Selat Hormuz oleh Teheran setelah sempat dibuka singkat akhir pekan. Lonjakan ini membalik penurunan 9% pada Jumat lalu, ketika Iran awalnya mengumumkan pembukaan kembali selat tersebut.

Harga minyak Brent sempat menyentuh $97,50 per barel sebelum stabil di $95,71 per barel (pukul 18:56 ET/22:56 GMT), sementara WTI berada di sekitar $90,20 per barel.

Eskalasi Ketegangan AS-Iran

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer AS menembaki kapal kargo berbendera Iran yang nekat menerobos blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz, sebelum menyita kapalnya. Iran mengutuk keras insiden itu sebagai "agresi terbuka" dan bersumpah membalas, menurut media pemerintah Teheran.

Tak lama setelah membuka Hormuz secara singkat akhir pekan, Iran menutupnya lagi dalam waktu kurang dari 24 jam—bahkan menembaki kapal-kapal yang mencoba melintas. Perkembangan ini memperburuk konflik AS-Israel melawan Iran yang memasuki minggu kedelapan. Trump mengumumkan utusan AS tiba di Islamabad Senin malam untuk negosiasi lanjutan, tapi Teheran menolak pembicaraan damai lebih lanjut, kata media resmi mereka. Gencatan senjata dua minggu berakhir besok (21 April), dengan prospek de-eskalasi yang minim.

Dampak Pasar dan Analisis Fundamental

Selat Hormuz, yang mengalirkan seperlima konsumsi minyak global, kini terganggu parah—mendorong premi risiko harga minyak mentah dalam hari-hari mendatang. Harga pernah mencapai $120 per barel saat perang pecah awal bulan, tapi terkikis setelah promosi dialog damai Trump. Namun, kegagalan negosiasi akhir pekan meninggalkan ketidakpastian besar bagi dialog Washington-Teheran.

Kenaikan ini juga memperkuat kekhawatiran inflasi global dan penguatan Dolar AS, berpotensi menekan aset safe haven seperti emas. Trader kini pantau stok minyak OPEC dan respons China sebagai importir terbesar.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.